Bagi para pecinta buku, toko buku indie menawarkan pengalaman berbeda dibanding toko buku modern pada umumnya, karena tak sekadar menjadi tempat jual beli buku.
toko buku indie juga menjadi wadah ruang diskusi, pertukaran ide, dan tempat bertemunya komunitas literasi.
Berikut lima toko buku indie di Yogyakarta dan sekitarnya yang wajib masuk daftar kunjungan para book hunter.
1. Buku Akik
Toko buku ini telah dikenal luas sebagai salah satu ikon toko buku indie di Yogyakarta. Nuansa vintage yang ditampilkan melalui berbagai barang antik serta penataan ruang yang khas menjadikan suasana Buku Akik terasa sangat menarik.
Koleksi buku yang ditawarkan pun beragam, mulai dari tema politik hingga sastra, yang telah melalui proses kurasi oleh tim. Selain buku, Buku Akik juga menyediakan berbagai souvenir menarik seperti pin, kartu pos, dan kaos.
Popularitas Buku Akik dapat dilihat dari kehadiran sejumlah tokoh publik yang pernah berkunjung, di antaranya Pidi Baiq, Najwa Shihab, dan Dian Sastrowardoyo.
Tidak hanya menjadi ruang jual beli buku, Buku Akik juga aktif menggelar berbagai kegiatan kreatif, mulai dari live music bersama The Jansen dan Majelis Lidah Berduri, poetry reading, hingga intimate book talk bersama penulis Eka Kurniawan.
Berlokasi di kawasan Jalan Kaliurang, meskipun letaknya cukup jauh dari pusat Kota Yogyakarta, namun Buku Akik tetap ramai pengunjung terutama pada akhir pekan dan musim liburan.
2. The Lucky Boomerang Bookshop
Berdiri sejak 1995, toko buku ini menjadi pilihan tepat bagi pecinta bacaan berbahasa Inggris maupun bahasa asing lainnya. The Lucky Boomerang Bookshop dikenal konsisten menghadirkan koleksi buku berbahasa asing, mulai dari Inggris, Prancis, Italia, Jerman, hingga Belanda.
Berlokasi di sebuah gang kecil kawasan Malioboro, Lucky Boomerang kerap disebut sebagai hidden gem dengan beragam koleksi buku second hand berkualitas.
Tak hanya melayani pembelian, Lucky Boomerang juga membuka kesempatan bagi pengunjung yang ingin menjual buku koleksinya. Selain buku, toko ini juga menawarkan berbagai kerajinan tangan dengan desain unik dan menarik yang bisa pengunjung beli selagi menyambangi toko buku ini
3. Berdikari Book and Coffee
Mengusung konsep perpaduan antara toko buku dan kedai kopi, Berdikari Book and Coffee menghadirkan suasana santai bagi pengunjung yang ingin menikmati waktu me time. Dengan koleksi buku yang didominasi sejarah, politik, filsafat tetapi tetap menyediakan sejumlah buku fiksi serta buku klasik berbahasa Inggris.
Tak hanya sebagai toko buku, Berdikari juga memiliki perpustakaan yang nyaman untuk para pengunjung, dilengkapi dengan bean bags, akuarium, hingga mesin ketik, menciptakan suasana unik dan menggemaskan bagi pengunjung.
3. Bawabuku
Setelah berkeliling kawasan Tamansari, pengunjung dapat singgah ke toko buku Bawabuku yang berlokasi tepat di seberang pintu masuk objek wisata tersebut.
Koleksi buku di Bawabuku ditata dengan rapi di rak-rak, sehingga memudahkan pengunjung dalam memilih bacaan yang diminati.
Jenis buku yang tersedia pun cukup beragam, mulai dari sastra hingga bacaan untuk anak-anak.
Selain sebagai toko buku, Bawabuku juga dilengkapi dengan coffee shop yang cukup luas di area teras dan sisi toko. Berbagai pilihan camilan tersedia untuk menemani waktu membaca, Bawabuku dapat dijadikann alternatif tempat bersantai di tengah hiruk-pikuk kota.
4. Renaisansi Coffee and Theotraphi
Toko buku yang berada di salah satu sudut kawasan Umbulharjo ini juga tak kalah unik, Renaisansi Coffee and Theotraphi menghadirkan konsep unik dengan fokus pada buku-buku filsafat, teologi, dan ilmu sosial.
Selain menyediakan koleksi buku, Teotraphi juga menghadirkan cafe dengan konsep yang unik. Menu kopi yang ditawarkan berbeda dari kafe pada umumnya karena menggunakan penamaan yang terinspirasi dari istilah filsafat, seperti Stokisme, Nihilisme, dan Dualisme.
5. Modjok Store
Last but not least, Mojok Store bisa masuk ke daftar place to go jika akan mencari toko buku sekaligus berwisata ke kota Yogyakarta. Toko buku ini menghadirkan suasana layaknya di rumah pohon, di mana pengunjung bisa membeli buku sekaligus menikmati perpustakaan yang berada di lantai dua.
Selain itu, tersedia area membaca di halaman toko yang memberikan pengalaman piknik santai. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah sore hari, sembari menikmati waktu nyore.
Editor : Bahana.