Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di Balik Viral Es Buah Berwadah Perabot Rumah Tangga, Pengamat Ingatkan Ada Ancaman Higienitas dan Gula Tinggi

Fahmi Fahriza • Sabtu, 17 Januari 2026 | 09:00 WIB

 

VIRAL DI MEDSOS: Es teler dengan wadah perabotan semakin ramai ditemui di wilayah Jogjakarta. Perabot seperti oples hingga teko bisa gratis dibawa pulang.
VIRAL DI MEDSOS: Es teler dengan wadah perabotan semakin ramai ditemui di wilayah Jogjakarta. Perabot seperti oples hingga teko bisa gratis dibawa pulang.

JOGJA - Fenomena penjual es teler dengan penyajian tak biasa tengah marak di beberapa titik wilayah DIY dan viral di media sosial. Tak hanya menawarkan kesegaran, para pedagang kini berlomba menghadirkan tampilan unik dengan menggunakan wadah non-konvensional seperti teko, toples plastik, hingga perabot rumah tangga serbaguna lainnya.

Kreativitas tersebut dinilai efektif menarik perhatian konsumen, terutama di era media sosial yang mengedepankan visual. Namun di balik popularitasnya, muncul kekhawatiran terkait aspek higienitas, keamanan pangan, serta kelayakan wadah yang digunakan, khususnya dari sisi standar food grade.

Pengamat kuliner sekaligus Dosen Pendidikan Tata Boga Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Marwanti menilai, tren ini lahir dari upaya pedagang menciptakan nilai tambah dalam pemasaran. Penggunaan perabot rumah tangga, dipilih karena dinilai praktis dan ekonomis.

"Itu efisien dan banyak pedagang memilih perabot karena murah dan mudah didapat, lalu multifungsi juga, fleksibel penggunaannya," kata Marwanti.

Namun, kreativitas tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman serius mengenai keamanan pangan. Menurutnya, perabot rumah tangga tidak selalu dirancang untuk penggunaan makanan dan minuman secara berulang. Terlebih dalam aktivitas jual beli.

"Kekhawatirannya adalah penggunaan wadah seperti itu dari segi higienitas. Perabot rumah belum tentu food grade juga," jelasnya.

Kondisi wadah yang tergores, robek, pecah, atau memiliki sudut-sudut tertentu berpotensi menjadi tempat penumpukan bakteri dan kotoran. "Dari segi food safety, tidak semua plastik aman untuk wadah makanan atau minuman," tegasnya.

 

Risiko lain yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan migrasi zat kimia dari wadah ke dalam minuman. Terutama jika digunakan dalam jangka panjang.

 

"Standar food grade harus jadi perhatian serius. Ini berpotensi membahayakan konsumen jika digunakan terus menerus. Mikroorganisme juga bisa bersarang di situ walaupun sekilas tampaknya bersih," beber Marwanti.

Selain wadah, aspek kandungan es buah juga tak luput dari sorotan, khususnya terkait kadar gula. Marwanti mengingatkan bahwa kombinasi sirup, susu kental manis, dan bahan tambahan lain dapat menghasilkan kadar gula yang tinggi dan berisiko bagi kesehatan. "Penyakit gula ini berbahaya dan semakin masif menyasar semua usia," pesannya.

Selain itu, ada potensi penggunaan pemanis buatan demi menekan biaya produksi. "Agar mendapatkan untung banyak," ujarnya.

Menurut Marwanti, fenomena ini seringkali membuat konsumen tergiur hanya karena tampilan wadah yang menarik. Ia menekankan pentingnya peran bersama antara produsen dan konsumen dalam menyikapi tren ini. "Konsumen harus jeli, dan produsen juga harusnya bertanggung jawab," tegasnya. (iza/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#es teler #es buah #wadah #perabot rumah tangga #perabotan #Viral #DIY #media sosial #pengamat kuliner #food grade