RADAR JOGJA - Istilah healing menjadi sangat populer di kalangan masyarakat, terutama anak muda.
Di media sosial, healing identik dengan foto-foto liburan ke pantai, kafe estetik, atau destinasi wisata dengan pengeluaran yang besar.
Padahal, healing dalam konteks kesehatan mental sebenarnya merujuk pada proses pemulihan diri dari tekanan, kelelahan, atau beban emosional yang menumpuk.
Tujuannya adalah mengembalikan keseimbangan mental dan emosional, bukan sekadar mencari hiburan sesaat atau pelarian dari rutinitas.
Proses healing melibatkan kesadaran merawat diri baik secara fisik maupun mental.
Aktivitas ini membantu seseorang untuk kembali merasa segar, tenang, dan siap menghadapi tantangan hidup dengan perspektif yang lebih baik.
Banyak kesalahpahaman dari konsep healing sebagai kewajiban untuk berlibur ke tempat-tempat mewah. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh media sosial yang sering menampilkan standar healing yang tinggi dan tidak realistis.
Fenomena ini juga memicu munculnya FOMO (Fear of Missing Out) yang justru menambah beban mental. Alih-alih merasa lebih baik, seseorang malah mengalami kecemasan baru karena membandingkan diri dengan orang lain di media sosial.
Cara Healing Sederhana dan Terjangkau:
1. Aktivitas di Rumah
Membaca buku di ruangan yang nyaman, menonton film atau serial kesukaan, atau mendengarkan musik sambil bersantai dapat memberikan ruang bagi pikiran untuk beristirahat dari rutinitas yang melelahkan. Kegiatan memasak atau menata ulang kamar juga bisa menjadi terapi yang menenangkan.
2. Koneksi dengan Orang Terdekat
Menghabiskan waktu dengan keluarga atau teman terdekat juga menjadi bentuk healing. Berbincang hangat, tertawa bersama, atau sekadar berbagi cerita dapat memberikan rasa lega.
3. Aktivitas Reflektif
Menulis jurnal sederhana di rumah terbukti ampuh meredakan stres dan kecemasan. Menuliskan perasaan dan pikiran membantu seseorang memahami diri sendiri dengan lebih baik dan melepaskan beban emosional yang terpendam.
4. Beraktivitas di Alam
Berjalan santai, bersepeda, atau sekadar duduk menikmati udara segar juga merupakan bentuk healing yang efektif. kontak dengan alam dapat menurunkan tingkat stres dan meningkatkan mood.
Proses healing adalah kejujuran pada diri sendiri tentang apa yang benar-benar dibutuhkan.
Setiap orang memiliki cara berbeda untuk pulih, tidak ada standar baku yang harus diikuti. Healing bukan tentang seberapa mahal tempat yang dikunjungi, melainkan seberapa efektif aktivitas tersebut untuk membantu seseorang merasa lebih baik.
Perawatan ini tidak seharusnya menambah beban finansial atau tekanan baru. Healing memberikan ketenangan, bukan kekhawatiran akan biaya yang harus dikeluarkan.
Masyarakat perlu mengubah pandangan bahwa healing tidak hanya milik mereka yang mampu secara ekonomi.
Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk memulihkan diri, terlepas dari kondisi finansialnya.
Healing adalah tentang menghargai, diri sendiri dengan cara yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan personal. Bukan tentang memamerkan kebahagiaan di media sosial atau mengikuti tren yang sedang viral.
Penulis: Adzkia Fahdila Khairunisa
Editor : Bahana.