RADAR JOGJA - Peneliti Pangan Fungsional dari Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Heni Purwaningsih menjelaskan, makanan dikukus atau direbus memiliki nilai gizi lebih stabil dibanding makanan yang digoreng. Oleh karena itu, dia mengimbau agar masyarakat mengurangi konsumsi makanan yang digoreng. Khususnya usia 40 tahun lebih.
Minyak goreng yang dipanaskan berulang kali, lanjutnya, dapat menghasilkan senyawa berbahaya seperti lemak trans dan radikal bebas.
“Kalau minyaknya sudah teroksidasi karena panas tinggi, itu bisa menimbulkan kanker,” imbaunya.
Jika ingin hidup sehat, katanya, masyarakat bisa beralih ke makanan yang dikukus. Terlebih dengan memanfaatkan bahan lokal seperti ubi, singkong, hingga jagung.
Jagung rebus sendiri, baik untuk penderita diabetes. Karena kadar glikemiknya relatif lebih rendah. “Mengandung serat pangan untuk stabilkan gula darah,” bebernya.
Sementara ubi jalar, dikenal sebagai sumber karbohidrat kompleks. Artinya, energi yang dihasilkan dilepaskan secara perlahan sehingga tubuh tidak mengalami lonjakan gula darah secara tiba-tiba.
Ubi juga kaya kandungan beta-karoten atau vitamin A yang berperan penting untuk kesehatan mata dan sistem imun. Kandungan antioksidan di dalamnya juga membantu melawan radikal bebas yang dapat memicu penyakit degeneratif seperti jantung dan kanker.
“Seratnya yang tinggi menjadikan ubi jalar rebus teman terbaik untuk menjaga kesehatan pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama,” ungkapnya.
Sementara jagung rebus, mengangdung karbohidrat yang menjaga keseimbangan energi dan mendukung fungsi usus. Vitamin B kompleks yang terkandung dalam jagung juga berperan penting bagi metabolisme energi dan pembentukan sel darah merah.
Selain itu, senyawa lutein dan zeaxanthin di dalam jagung dikenal mampu melindungi retina dan menjaga kesehatan mata. Terutama dari risiko degenerasi makula pada usia lanjut. “Rendah lemak dan bebas gluten,” jelasnya.
Sedangkan, singkong rebus akan memberi asupan kalori alami yang cocok untuk pekerja fisik. Selain itu, singkong mengandung vitamin C serta mineral seperti kalsium dan fosfor yang penting bagi daya tahan tubuh dan kesehatan tulang. Seratnya juga mendukung sistem pencernaan. (bas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita