Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bloodlines, Kolaborasi Serigala Malam dan Murrbaut Tattoo, Satukan Hardcore dan Seni Tato 

Magang Radar Jogja • Jumat, 26 September 2025 | 16:10 WIB
Bloodlines, Kolaborasi Serigala Malam dan Murrbaut Tattoo, Satukan Hardcore dan Seni Tato di Songolas Burgerbar
Bloodlines, Kolaborasi Serigala Malam dan Murrbaut Tattoo, Satukan Hardcore dan Seni Tato di Songolas Burgerbar

JOGJA – Dunia seni dan musik kembali disatukan lewat karya penuh nyali. Kali ini, Serigala Malam, band hardcore asal Yogyakarta, berkolaborasi dengan seniman tato Murrbaut Tattoo dalam sebuah proyek bertajuk Bloodlines. Perpaduan antara hentakan musik keras dan goresan tinta tubuh ini menjadi momen kreatif yang menyatukan dua dunia: musik underground dan seni visual tato.

Acara Bloodlines digelar pada Kamis (25/9) di Songolas Burgerbar, Seturan, Depok, Sleman. Mengusung konsep pameran seni hingga peluncuran merchandise, kegiatan ini menjadi ruang temu bagi para penggemar musik keras, pecinta tato, dan penikmat seni urban Yogyakarta.

Kolaborasi ini lahir dari ketertarikan bersama antara Komeng (vokalis Serigala Malam) dan Mamat, seniman di balik Murrbaut Tattoo. Keduanya sama-sama mengusung gaya Old Skool Japanese Tattoo dalam karya dan musik mereka. Proyek ini berawal saat Komeng mengirimkan materi lagu dari album ketiga Serigala Malam, Bloodlines kepada Mamat, yang kemudian menginterpretasikannya menjadi sepuluh karya visual tato.

“Setelah mendengarkan lagu-lagunya, Mamat langsung menuangkan interpretasinya lewat ilustrasi tato. Dari situlah ide kolaborasi ini tumbuh,” ujar Komeng.

Acara Bloodlines terbagi dalam tiga segmen utama, yaitu Tattoo Exhibition & Live Tattoo oleh Mamat. Pengunjung bisa melihat langsung karya visual yang terinspirasi lagu-lagu Serigala Malam, bahkan langsung ditato di tempat oleh Mamat jika tertarik.

Ada pula Merchandise Launching, peluncuran merchandise kolaborasi Serigala Malam × Murrbaut Tattoo berupa kaos pendek, long sleeve, dan hoodie, dengan harga mulai Rp225.000 – Rp385.000.

Juga DJ Tunes by Kateratchy, unit turntable dikuasai oleh Kateratchy, DJ dari DPMB yang mewarnai suasana dengan alunan beat Hip-Hop, Hardcore, dan musik pilihan pengunjung.

 

Menurut Komeng, Bloodlines bukan sekadar acara, melainkan ruang temu untuk menguatkan ikatan persaudaraan di skena musik underground Yogyakarta. Kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk menciptakan karya lintas medium yang otentik dan berakar kuat pada kultur lokal.

“Kami berharap, selain jadi tempat seru-seruan, acara ini juga bisa mempererat persaudaraan antar musisi dan seniman. Semoga merchandise-nya juga bisa jadi bagian dari koleksi para pendukung Serigala Malam,” tutupnya.

Dari dentuman hardcore hingga goresan tinta di kulit, Bloodlines adalah bukti bahwa seni dan musik bisa tumbuh bersama dalam satu nadi—mengakar di jalanan, namun menjulang dalam karya.

(Antonius Bondan Satrio Aji)

 

Editor : Heru Pratomo
#Ghettocore #Yogyakarta #serigala malam #Band Hardcore #DPMB #seni dan musik #underground #japanese #Depok Sleman #komeng #tato