RADAR JOGJA - Pernahkah kamu merasa enggan untuk bangun dari tempat tidur meski sudah tidur dengan cukup?
Sepanjang hari hanya ingin tiduran dan enggan melakukan aktivitas. Badan terasa lengket dengan kasur.
Kondisi ini dikenal sebagai clinomania. Istilah clinomania berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata, “clino” berarti tempat tidur, sedangkan “mania” berarti obsesi atau kecanduan.
Jadi, clinomania adalah kondisi dimana ada keinginan berlebih untuk berbaring di tempat tidur dan menghindari aktivitas fisik.
Adapun gejala yang dialami seorang clinomania meliputi:
Setelah melewati hari yang panjang dan melelahkan, ada rasa hanya ingin berbaring tanpa melakukan hal lain seharian penuh.
Rasa hangat dan sangat rindu untuk segera berbaring di atas tempat tidur, kapan pun melihatnya.
Berpikiran bahwa tempat tidur tidak ingin dirinya beranjak.
Berpikiran bahwa tempat tidurlah yang membutuhkan pengidap clinomania, bukan sebaliknya.
Kepuasan tak terhingga saat berada di atas tempat tidur.
Tempat tidur menjadi satu-satunya tempat untuk menumpahkan semua isi hati dan merasa nyaman setelahnya.
Baca Juga: Frank Lampard Resmi Nahkodai Coventry City di Liga Championship Inggris
Segala aktivitas ingin dihabiskan di atas tempat tidur, seperti tidur, makan, bermain, nonton, bahkan bekerja.
Ada rasa meledak-ledak dan tak terhingga saat di tempat tidur.
Ada rasa malas, tak ingin bergerak, dan tak ingin terpisah dari tempat tidur.
Alarm sudah tidak mempan untuk membangunkan, sekalipun sudah memiliki rencana untuk bangun lebih awal.
Namun, tetap saja memiliki alasan untuk lebih lama berada di tempat tidur.
Sangat merindukan tempat tidur hingga terkadang menjadikan seseorang lebih menghargai tempat tidurnya ketimbang hal lain, termasuk orang lain dalam kehidupannya.
Jawaban pertama saat ditanya tentang hobi adalah tidur atau berada di atas tempat tidur.
Tak acuh jika tidak bisa menjadi bagian dari komunitas sosial.
Yang terpenting adalah bisa tetap berada di tempat tidur.
Ada rasa menyesal telah beranjak dari tempat tidur setelah melakukan aktivitas yang dirasa tidak memuaskan.
Lebih baik tidur ketimbang melakukan aktivitas tersebut.
Seseorang yang mengidap clinomania kerap mengalami kesulitan untuk bangun dari tempat tidur, bahkan setelah tidur cukup.
Mereka cenderung menghindari tanggung jawab dan aktivitas sehari-hari. Memilih untuk tetap di tempat tidur.
Seseorang dengan clinomania mungkin menarik diri dari interaksi sosial dan kegiatan yang sebelumnya dinikmati.
Tempat tidur menjadi zona nyaman yang sulit ditinggalkan, terutama saat cuaca dingin atau hujan.
Produktivitas penderita clinomania bisa saja berkurang.
Mereka mungkin mengalami kesulitan dalam bekerja atau menyelesaikan tugas sehari-hari.
Ketidakmampuan untuk beraktivitas bisa mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.
Namun, isolasi sosial juga bukan jalan keluarnya karena bisa berakibat pada permasalahan hubungan interpersonal.
Membuat individu tersebut merasa lebih terasingkan.
Perubahan gaya hidup cukup penting dalam mengelola kondisi clinomania.
Mengatur waktu tidur dan bangun yang konsisten bisa membantu meningkatkan kualitas tidur.
Berinteraksi dengan teman dan keluarga juga bisa memberikan dukungan emosional yang diperlukan.
Dengan memperbanyak aktivitas fisik dalam sehari sangat bisa membantu meningkatkan energi dan motivasi untuk bangun di pagi hari.
Seperti halnya olahraga secara rutin.
Atau bisa juga dengan melakukan aktivitas lain, seperti membuat catatan agenda harian, mencoba untuk memelihara hewan peliharaan, meluangkan waktu untuk bersenang-senang di luar rumah, dan musik atau belajar memainkan alat musik.
Mendeteksi clinomania pada diri sendiri memerlukan kesadaran akan gejala dan pola pikir terkait dengan kebiasaan tidur dan aktivitas harian.
Jika ditemukan bahwa gejala tersebut mengganggu keseharian, pekerjaan, atau kehidupan sosial, sangat penting untuk mencari bantuan profesional agar bisa mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat. (Ruhana Maysarotul Muwafaqoh)
Editor : Meitika Candra Lantiva