RADAR JOGJA - Lazimnya, kegiatan sosial yang dikenal dengan istilah Jumat Berkah atau Jumat Berbagi, dilakukan di masjid, musala, maupun di tepi jalan. Kali ini, kegiatan tersebut justru dilakukan di Gunung Andong. Dengan membawa ratusan bungkus nasi hingga karabiner, sejumlah pendaki tampak bersemangat untuk berbagi kepada pendaki lain.
Lebih dari sepuluh pendaki dari lintas generasi berpacu semangat agar segera mencapai puncak Gunung Andong, Kabupaten Magelang. Tidak seperti kebanyakan pendaki lain yang meminimalisasi amunisi, mereka justru membawa ratusan nasi bungkus.
Nasi bungkus itu hendak dibagikan kepada para pendaki lain. Sekitar pukul 04.00, mereka mulai mendaki. Beberapa di antaranya memilih jalur via Pendem, ada juga via Sawit. Mereka bersusah payah menaklukkan medan dengan membawa nasi bungkus di dalam tas punggungnya. Ada pula yang menentengnya.
Baca Juga: Selama 2024, Sudah Ada 12 Kecelakan Air di Bantul yang Menyebabkan Enam Orang Meninggal Dunia
"Kami dari bawah ada beberapa step untuk pemberangkatan. Karena di samping kami melakukan pendakian untuk berbagi, juga melatih anak kami untuk berlatih mendaki," bebernya.
Biasanya, lanjut dia, mereka melakukan trail run yang hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam untuk mencapai puncak gunung. Namun, karena mereka juga membawa anak dan logistik, sehingga pendakiannya cenderung santai.
Kemudian, selain membeli jajanan di warung di Gunung Andong, mereka juga memberikan beberapa alat kebersihan. "Inginnya ini (Jumat Berbagi) dilakukan seterusnya. Apalagi kami juga membuka open donasi untuk melakukan kegiatan seperti ini. Pastinya di gunung yang lebih menantang," terangnya.
Ratusan nasi bungkus yang dibagikan itu, kata dia, ada yang langsung dimakan pendaki, ada pula yang membawanya turun. Setelah ludes, mereka lantas turun sekitar pukul 09.00. Harapannya, kegiatan tersebut akan dilakukan secara kontinyu.