RADAR JOGJA - Yogyakarta akan menjadi saksi bersejarah masa berjaya band SUM 41. Diketahui bahwa band asal Kanada ini akan menggelar konser di Stadion Kridosono pada 2 Maret 2024.
Bukan sekadar konser biasa, ternyata konser ini juga wujud pamit dari SUM 41.
Ini karena band yang digawangi Deryck Whibley (vokalis), Dave "Brownsound" Baksh (gitaris), Jason "Cone" McCaslin (bassis), Tom Thacker (gitaris), dan Frank Zummo (drummer) telah mendeklarasikan diri bubar pada Mei 2023.
Konser di Yogyakarta merupakan rangkaian dari tur perpisahan bertajuk Tour of the Setting Sum.
Selain di Yogyakarta, SUM 41 akan menyapa Skumfuks, sebutan untuk penggemarnya, pada 1 Maret 2024 di Uptown Park, Summarecon Mall Serpong, Jakarta.
Sehingga konser band yang berdiri selama 27 tahun ini sangat layak dinantikan.
SUM 41 Jadikan Indonesia Sebagai Konser Terakhir
Para penggawa SUM 41, Deryck Whibley (vokalis), Dave "Brownsound" Baksh (gitaris), Jason "Cone" McCaslin (bassis), Tom Thacker (gitaris), dan Frank Zummo (drummer), memutuskan Indonesia menjadi pelabuhan terakhir.
Itu dalam rangkaian tur Tour of The Setting Sum - Final Tour. Dikuatkan dengan unggahan melalui akun X resmi milik SUM 41.
"Skumfuks Indonesia! Kami membawa akhir tur kami ke Jakarta pada 1 Maret dan Yogyakarta pada 2 Maret, penjualan tiket dibuka mulai tanggal 8 Januari," tulis akun X @Sum41.
Konser Sum 41 di Jakarta akan digelar di Uptown Park, Summarecon Mall Serpong pada 1 Maret 2024. Sedangkan di Yogyakarta akan dilaksanakan di Stadion Kridosono pada 2 Maret 2024.
Rilis Maret 2024, Heaven :x: Hell Jadi Album Perpisahan.
SUM 41 berencanakan merilis album terakhir mereka yang berjudul Heaven :x: Hell. Direncanakan rilis Maret 2024, album disebut pentolan Deryck Whibley sebagai cara sempurna untuk pamit.
"Perasaan saya baik tentang album ini, itulah sebabnya saya merasa ini seharus menjadi yang terakhir. Kami tidak tahu kami akan berpisah ketika kami membuatnya, tetapi saya telah membuat album dan pergi tur dengan band ini sejak saya berusia 15 tahun. Saya sudah merasakan ini dalam waktu yang lama sekarang bahwa saya ingin melakukan sesuatu yang berbeda dan rasanya seperti saat yang tepat. Album ini terasa seperti cara yang sempurna untuk pamit," paparnya dikutip dari NME, Selasa (12/12).
Album Heaven :x: Hell akan menampilkan dua sisi berbeda dari SUM 41. Heaven disebut berisikan 10 musik dengan nuansa pop-punk yang kental.
Sisi itu, menurut Whibley, banyak terpengaruh dari rilisan-rilisan awal band, seperti All Killer, No Filler (2001) dan Does This Looks Infected (2002).
Sementara, sisi Hell menampilkan gaya lebih berat yang ditampilkan oleh band dalam album Order In Decline (2019). Whibley mengatakan album Heaven :x: Hell bisa disebut sebagai album daripada sekumpulan trek nostalgia.
Tonggak Pop-Punk Era 2000-an.
Single The Hell Song dan Still Waiting menduduki peringkat tinggi di tangga lagu rock modern.
Menyusul kemudian album Chuck yang rilis pada 2004, Underclass Hero Pad 2007 dan Screaming Blody Murder pada 2011.
Rangkaian karya ini belum dengan mini album, album konser, dan album kompilasi.
Rangkaian album akan ditutup dengan Heaven :x: Hell yang rilis Maret 2024. Album ini menghadirkan dua sisi SUM 41 dalam Heaven dan Hell. (Dwi)