RADAR JOGJA - Laser bibir kini menjadi pilihan bagi mereka yang tak ingin berlebihan menggunakan produk kosmetik. Dengan teknologi sinar laser, maka bibir gelap bisa menjadi lebih cerah. Bukan sebatas menunjang penampilan semata, perawatan bibir dengan laser juga untuk menunjang kesehatan. Sebab, pasca laser, bibir membutuhkan perawatan.
Mela Rosita misalnya. Salah satu pelanggan laser bibir ini mengaku pernah memanfaatkan teknologi laser bibir di salah satu klinik di Jogja. Kira-kira setahun lalu dia menjajal teknologi laser itu.
Awalnya iseng lihat promo diskon sebuah salon kecantikan. Kemudian iseng mencoba laser bibir. "Kebetulan saya punya garis bibir hitam. Bekas jatuh sewaktu kecil, saya coba manfaatkan promo itu," kata Mela kepada Radar Jogja Jumat (15/9/23).
Warga asli Cilacap yang berdomisili di Jogja itu menjelaskan, sebelum memulai perawatan dia wajib konsultasi terlebih dahulu dengan dokter maupun perawat klinik kecantikan. Apa saja yang dikeluhkan, kemudian dicek kondisi bibir. Hal ini untuk memastikan terkait tindakan lebih lanjut perawatan bibir.
Setelah ada penjelasan dari ahlinya, lantas dilakukan tindakan laser menggunakan alat berupa laser lip rejuvenation. Pertama-tama bibir dibersihkan terlebih dahulu. Sampai benar-benar bebas kosmetik.
Kemudian diberikan cairan pendingin berupa gel dan selanjutnya dilakukan tindakan laser. Saat tindakan laser, perawat atau dokter mengatur tingkat kepanasan atau semacam temperatur sinar laser. "Semakin tinggi temperaturnya semakin panas dan dampaknya terasa sekali di bibir. Rasanya agak terbakar," ujarnya.
Menurut perempuan kelahiran 1995 itu, semakin tinggi tingkat temperatur maka semakin cepat memudarkan garis hitam. Namun tidak bisa langsung pudar secara instan, satu kali saja. Pada tingkat keperparahan bibir yang menghitam, maka diperlukan tindakan lebih lanjut.
"Rasanya cekit-cekit kayak kecipratan api. Tapi tidak sampai menyebabkan lulit terbakar, karena sudah diatur sesuai kenyamanan," terang perempun 28 tahun ini.
Tindakan laser bibir kurang lebih sekitar 20 menit lamanya. Namun dia merasakan ketika selesai laser, bibir terasa lebih tebal.
"Kata perawatnya itu wajar dan akan kembali normal dengan sendirinya. Dan benar, sehari setelahnya bibir udah kingsep. Itu sebabnya, disarankan kalau laser bibir pas weekend," jelasnya.
Setelah laser, dia merasakan ada yang berbeda dengan penampilan sebelumnya. Bibir yang tadinya hitam sedikit memudar.
Pasca laser dianjurkan tidak mengenakan produk kosmetik seperti lipstik, lipmate, liptint, dan sejenisnya. Untuk melindungi bibir agar tidak kering pasca laser, produk yang boleh digunakan hanya lip balm atau bisa juga lip serum sesuai arahan ahli kecantikan di salon maupun di klinik kecantikan itu.
Seharusnya perawatan laser bibir itu dilakukan berkala, tiap dua minggu sekali selama empat kali berturut-turut agar hasilnya maksimal. Tapi, dia mengaku hanya penasaran coba-coba karena promo. "Sebenernya pengen lagi, tapi nyari promo dulu, soalnya lumayan. Kalau normal di atas Rp 200 ribu sekali laser," ungkapnya. (wia/laz)