Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Introvert dan Ekstrovert: Beda Cara Recharge Energy, Bukan Soal Pemalu

B
Penulis: Bahana.❯

Ilustrasi Perbedaan Kepribadian Introvert dan Ekstrovert (Pinterest)
Ilustrasi Perbedaan Kepribadian Introvert dan Ekstrovert (Pinterest)
Banyak orang yang memiliki persepsi bahwa seseorang berkepribadian introvert dicitrakan dengan sifat pendiam, pemalu, atau antisosial. Sementara ekstrovert dicitrakan sebagai pribadi yang cerewet dan tidak bisa diam.


Advertisement

Padahal, perbedaan mendasar tentang introvert dan ekstrovert bukanlah tentang seberapa banyak seseorang berbicara atau bersosialisasi, melainkan dari mana dan bagaimana cara mereka mengisi ulang energi sosial mereka.

Kunci Memahami Introvert dan Ekstovert

Secara sederhana, introvert adalah orang yang mengisi energi dari waktu sendiri, sedangkan ekstrovert mendapatkan energi dari interaksi dengan orang lain. Cara mengisi energi inilah yang membedakan kedua tipe kepribadian ini.

Advertisement

Seorang introvert bisa mahir berbicara di depan umum, aktif dalam diskusi, atau memilih lingkaran yang luas.

Namun, setelah beraktivitas sosial dalam waktu yang cukup lama, mereka membutuhkan waktu sendiri untuk recharge energy.

Sebaliknya, ekstrovert justru merasa berenergi setelah berkumpul dengan orang lain. Ketika terlalu lama sendirian, ekstrovert malah merasa gelisah atau bosan. Mereka memproses pikiran dan perasaan dengan cara berbagi kepada orang lain.

Advertisement

Ilustrasi dalam Keseharian

Setelah menghadiri suatu event yang ramai, seorang introvert akan merasa lega ketika sampai di rumah.

Mereka membutuhkan waktu sendiri untuk recharge energy mungkin dengan membaca buku, menonton film sendirian, atau sekadar menikmati ketenangan.

Hal ini terjadi bukan karena mereka tidak menikmati event yang didatanginya, tetapi karena tubuh dan pikiran mereka memerlukan ketenangan untuk pulih.

Di sisi lain, seorang ekstrovert yang menghadiri suatu event yang sama bisa langsung mengajak teman-temannya untuk lanjut nongkrong di cafe atau merencanakan pertemuan berikutnya. Energi mereka justru meningkat setelah berinteraksi.

Seorang introvert merasa energinya habis setelah berinteraksi sosial adalah hal yang wajar. Otak seorang introvert memperoses informasi sosial dengan cara yang lebih intensif. Mereka cenderung lebih peka terhadap stimulasi eksternal seperti suara, gerakan, dan dinamika sosial di sekitar mereka.

Bagi seorang ekstrovert, interaksi sosial justru memberikan stimulasi yang mereka butuhkan. Otak mereka merasa puas dengan aktivitas sosial sehingga energi mereka akan meningkat.

Mengenali dan Menghargai Diri Sendiri

Tidak ada tipe kepribadian yang lebih baik atau lebih buruk. Introvert bukan berarti lemah atau kurang percaya diri, dan ekstrovert bukan berarti dangkal atau tidak bisa introspeksi. Keduanya memiliki kekuatan dan keunikan masing-masing yang berharga.

Mengenali kebutuhan diri sendiri adalah bentuk self-care yang penting. Dengan memahami bagaimana cara Anda mengisi energi, Anda bisa mengatur aktivitas sosial dengan lebih bijak. Anda dapat membuat keputusan yang lebih sehat dan seimbang dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Adzkia Fahdila Khairunisa

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kenapa Introvert Cepat Capek Setelah Nongkrong? Ini Alasannya

Kenapa Introvert Cepat Capek Setelah Nongkrong? Ini Alasannya

Pulang dari nongkrong bareng teman, bukannya merasa segar malah ingin langsung rebahan, mematikan notifikasi, dan tidak bertemu siapa-siapa dulu. Padahal tadi kamu tertawa, ngobrol, bahkan menikmati acaranya. Bagi...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer