RADAR JOGJA – Bagi penghobi ikan hias, ikan discus menjadi salah satu incaran yang banyak diminati. Bentuk tubuhnya bulat dan pipih. Serta memiliki corak warna yang unik menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang melihatnya.

Discus merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang berasal dari sungai Amazon, Amerika Selatan. Sama seperti ikan-ikan hias lainnya, varian discus juga kian digandrungi di Indonesia. Penggemar ikan ini berasal dari berbagai kalangan. Muda hingga orang tua.

Pembudidaya ikan discus asal Kulonprogo Ignatius Budi mengatakan, discus memiliki banyak jenis corak. Harganya pun terbilang lebih stabil ketimbang jenis ikan lainnya. Ikan discus juga termasuk ikan yang tenang dan suka berkoloni. “Saya lebih tertarik discus dibanding ikan jenis lain karena coraknya bermacam-macam dan bergerombol jadi kalau dinikmati di dalam aquarium sangat bagus,” kata Budi kepada Radar Jogja, Jumat (12/3).

Bisnis ikan discus milik Budi sudah dirintis sekitar setahun belakangan. Awalnya dirinya hanya sebagai reseller di daerah Jogja. Kebetulan sang adik merupakan breeder discus. Kini pria 44 tahun itu sudah punya sekitar 30 indukan dengan berbagai macam jenis yang dikembangbiakkan di rumahnya di Jl. Purbiwinoto Pengasih, Kulonprogo. Seperti Pigeon, Red Melon, Red Turquoise, Blue Turquoise, Blue Diamond, San Merah, Golden, Yellow Pigeon, Marlboro, dan Leopard.

Budi menuturkan, peluang budidaya ikan discus terbilang cukup menjanjikan. Bahkan di tengah pandemi Covid-19 persentase penjualan tetap stabil. Hanya, untuk omzet dikatakan sangat fluktuatif. “Kalau omzet naik turun. Paling rendah sebulan sekitar Rp 30 juta dan paling bagus bisa sampai Rp 75-80 juta. Awal pandemi mencapai Rp 80 juta,” ujarnya.

Nah, untuk harga dipatok kisaran puluhan hingga ratusan ribu. Harga discus tergantung jenis dan ukuran. “Kalau saya sendiri, saya bedakan antara harga untuk pedagang dan end user,” ucap Budi.

Misalnya jenis Pigeon 2 inci biasa dijual ke pedagang per 10 ekor Rp 55 ribu jadi Rp 550.000. Sedangkan untuk end user harga per ekor dipatok Rp 85-95 ribu. “Jenis lain seperti Red Melon, Leopard, Leopard Snakeskin, Pigeon Snakeskin dan lain-lain beda lagi harganya,” tambahnya.

Dalam kondisi optimal ikan discus bisa bertahan hingga 10-15 tahun dengan diameter 15-20 cm. Namun, kebanyakan yang ada di pasaran hanya ukuran 2 inci sampai 5 inci.

Lantas, bagaimana cara perawatan ikan yang punya nama latin Symphysodon itu? Budi menjelaskan, perawatan discus tergolong gampang-gampang susah. Menurutnya yang terpenting adalah menjaga kualitas dan temperatur air. Air aquarium harus diganti secara berkala, idealnya satu sampai dua kali dalam seminggu.

“Pelihara discus boleh dibilang pelihara air, kalau ada sisa makanan atau kotoran harus disedot dibersihkan. Sebab dari kotoran atau sisa pakan nanti bisa berubah menjadi racun amonia,” terangnya. (ard/bah)

Lifestyle