RADAR JOGJA- Masa pandemi Covid-19, suasana kedai kopi di Jogja memang tidak seramai biasanya, bahkan ada pula yang tutup. Kedai kopi yang ada pun berusaha bertahan dan beradaptasi dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diterapkan oleh pemerintah.

Pengelola Our Coffee yang berada di Timur Lembah UGM, Kecamatan Depok Sleman, Pakdhe Centrumz ¬†menceritakan, omzet kafenya sempat turun drastis pada masa pandemi.¬† “Omzet kami sempat turun sampai 40 persen,” ujarnya Rabu (17/2).

Walau sempat turun, kata dia, bisnis kedai kopi tidak akan mati selama yang punya kedai benar-benar memiliki minat (passion) terhadap kopi.

Pakdhe Centrumz menambahkan, jika bisnis kafe hanya dibangun atas dasar ikut-ikutan, terjangan pendemi Covid-19 akan terasa sangat berat. “Saya menjadi penikmat kopi sudah sejak lama dan memang berniat membuat kopi dan kedai kopi yang punya differensiasi dan spesialisasi,” tambahnya.

Sebelum membuka kedai kopi, ia telah banyak melihat dan mempelajari kedai-kedai kopi yang ada. Menurut dia, umumnya kedai kopi yang ada memiliki jarak, antara pemilik, barista, pelanggan, tamu, hingga musisi penghibur.

Jarak itu yang coba dihilangkan ketika ia hendak membuat kafe. “Makanya, saat membuat kedai kopi, kita ingin tidak ada kasta di depan secangkir kopi. Jadi di depan secangkir kopi kita itu sama saja penikmat kopi, tidak ada beda kasta.” katanya.

Selain konsep menikmati kopi tentang tanpa sekat, kedai kopinya menyajikan kopi secara khusus, seperti Bali, Toraja, Solok, Temanggung, dan Bondowoso. “Kami mengusung kopi organik, secangkir kopi sehat yang dibuat dari biji kopi asli tanpa gula,” katanya.

Dengan konsep kedai kopi dan rasa kopi yang disajikan, Pakdhe Centrumz yakin kedai kopinya dapat terus bertahan di tengah pandemi. Buktinya sampai sekarang, penikmat kopi di kedai kopinya tidak pernah habis dan terus berdatangan walau PPKM. “Untuk saat pandemi ini, yang penting kita melaksanakan protokol kesehatan,” terangnya

Salah satu pengunjung Denny Cahndra mengatakan, saat pandemi dirinya tetap menikmati kopi di kedai kopi. Menurut pecinta kopi tubruk ini, suasana minum kopi di kedai kopi tidak bisa digantikan minum kopi di rumah ataupun di tempat kerja. “Saya menikmati minum kopi di kedai kopi yang tidak terlalu bising dan mempunyai kopi yang spesial, rasa kopi akan berubah jika tidak langsung diminum di kedai kopi, atau diminum di rumah, ujarnya. (sky)

Lifestyle