RADAR JOGJA- Abdul Djalil Sibawaih Foundation (ADSF) yang menaungi Afkaaruna Islamic School dan Pondok Pesantren Afkaaruna, untuk pertama kalinya mengadakan lomba pidato SD/MI (Kelas 6) dengan tajuk “Afkaaruna Virtual Speech Competion” (AVSC)

Acara perdana yang direncanakan akan menjadi agenda tahuan tersebut, kali ini mengambil tema “Peran Santri di Kancah Global” dan terbuka untuk siswa siswi setingkat Kelas 6 SD/MI dari seluruh seluruh dunia.

Ketua Panitia AVSC, Wardania Dewi Fitrotul Chusna mengatakan, “AVSC diselenggarakan dalam rangka memberikan kontribusi terhadap sistem pendidikan yang inovatif dan adaptif terhadap tantangan global dengan tidak meninggalkan identitas Muslim dan nilai-nilai lokal yang masih relevan, ujarnya Senin (8/2).

Warda menambahkan, “Karena masih dalam suasana pandemi, grand final AVSC tahun ini diselenggarakan secara online dan live streaming via TV9 Nusantara langsung dari Pondok Pesantren Afkaaruna”, tambahnya.

Pada putaran final AVSC, para finalis diuji kemampuan Bahasa Inggrisnya oleh tiga orang juri, yaitu; Ketua RMI- PBNU Bapak Abdul Ghaffar Rozin, Dosen Sastra Inggris UGM, Bapak Achmad Munjid, dan Pakar Komunikasi Ibu Imung Hikmahi.

Ketua RMI-PBNU, Abdul Ghoffar Rozin, meluncurkan program bernama Afkaaruna Global Madrasah. Yakni, program ngaji jarak jauh dengan guru terbaik dari Pondok Pesantren Afkaaruna dan peserta dari seluruh dunia. Menurut salah seorang inisiator AGM yang juga seorang Permanent Resident di Singapura, Ainun Najib, saat ini peserta berasal dari 11 negara. “Mereka berasal dari Amerika Serikat, Belanda, Inggris, Switzerland, Swedia, Spanyol, Singapura, Oman, Saudi Arabia, Australia dan Indonesia”, ujar pria yang juga berprofesi sebagai IT specialist di perusahaan ternama di SIngapura tersebut.

Menurut Gus Ainun, yang juga pendiri kawalpemilu dan kawalcovid, Qira’atul Qur’an, Kitabah dan Qira’atul Kutub, Fiqhul Ibadah dan Multi-Cultural Understanding. “AGM ini benar-benar jawaban atas kegelisahan saya selama ini”, tuturnya. Bagi kami yang sejak kecil terbiasa dengan pendidikan pesantren, lanjut Ainun, tetap merindukan pendidikan serupa untuk anak kami. “Karena kami yakin pendidikan ala pesantren inilah yang benar-benar memberikan pendidikan keagamaan yang paling terstruktur dan komprehensif”, katanya. (*)

Lifestyle