RADAR JOGJA  – Ciri khas yang unik dan kemampuan mempengaruhi pengikut atau follower-nya di media sosial, menjadi kunci menjadi seorang influencer. Salah satunya Arifan Drepan, memulai awal berkarir sebagai seorang master of ceremony di kampusnya ketika menggelar sebuah event. Karena memang senang menjadi MC, Arifan mengaku saat itu rela hanya dibayar dengan voucher atau produk. Menurutnya, menjadi seorang influencer tidaklah mudah dan harus sabar.

“Awalnya main di media sosial instagram dan terus berkreasi dengan konten yang unik. Tidak disangka, awalnya follower hanya 1.000 dan terus meningkat mencapai 30.000 follower. Brand nasional mulai menawari kerja sama untuk promosi,” jelas Arifan, belum lama ini di Carol Kitchen, Seturan (2/7).

Tak hanya di Instagram, video di akun TikTok dia juga ditonton sampai 4,5 juta penonton lebih.

“Meskipun banyak komentar bernada menghujat, dia tidak menyangka akan ramai dan namanya jadi lebih dikenal,” ujar Arifan sambil tersenyum.

Arifan menuturkan, di tahun 2016 dia mulai menerima banyak job dan diundang di acara event fashion show maupun branding produk. Selain itu juga sempat diundang ke Singapura dalam acara Influencer Network Experience.

Di masa pandemi ini, MC dengan greeting ‘Tidak Haloo’ ini mengaku cukup merasakan dampaknya. Selain job yang sepi, dia juga harus menerima pembatalan kontrak kerja sama dengan beberapa brand nasional. Arifan mencoba berbisnis dengan berjualan kosmetik dan juga face shield. Dia berharap pandemi bisa segera berakhir dan event bisa digelar.

“Saya juga mengajak rekan muda untuk bisa berkreasi di medsos dengan menjadi influencer,” ujar pria kelahiran Bengkulu ini. (obi/tif)

Lifestyle