Bekerja dalam posisi duduk selama berjam-jam memiliki sejumlah dampak buruk bagi kesehatan. Tidak hanya penyakit ringan, berbagai penyakit serius juga bisa saja datang menghampiri.

Pada awalnya berbagai keluhan kesehatan ini mungkin akan sering diabaikan oleh para pekerja freelance karena menyepelekan hal tersebut hingga pada akhirnya telah terasa biasa dan bukan menjadi hal yang patut untuk ditindak lanjuti. Jika dilihat lebih lanjut sebenarnya sejumlah penyakit justru bisa saja menyerang akibat rutinitas pekerjaan.

Sementara itu pada sisi lain berbagai keluhan yang pada awalnya ringan saja bisa memburuk dan menjadi penyakit serius yang merugikan diri sendiri. Inilah awal mula terjadinya berbagai jenis penyakit-penyakit akut yang malah dapat membahayakan kesehatan.

5 Penyakit Yang Bisa Menjangkiti Para Pekerja Freelance

Bagaimana pun juga dengan mengatasi dan mendeteksi penyakit sejak awal tentu akan jauh lebih baik daripada membiarkannya semakin memburuk. Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit yang sering dialami oleh para pekerja freelance, simak ulasannya berikut ini.

  1. Penurunan Kemampuan Otak

Asupan oksigen akan sangat dibutuhkan untuk menunjang kinerja kemampuan otak dalam berpikir. Hal ini sangat penting untuk dicermati dengan baik karena jika asupan oksigen kurang, kemampuan otak juga akan ikut menurun dan menjadi tidak optimal.

Pada kenyataannya para pekerja freelance yang bekerja dan duduk selama berjam-jam di meja kerjanya akan mengalami kekurangan asupan oksigen ke otak. Asupan oksigen ini akan diterima otak ketika yang bersangkutan melakukan aktivitas fisik seperti berjalan atau berdiri. Jika hanya duduk seharian saja, oksigen tidak bisa disampaikan dalam jumlah yang cukup kedalam tubuh.

  1. Obesitas

Duduk selama berjam-jam dan hanya melakukan gerakan yang minim akan membuat pembakaran energi dalam tubuh tidak berjalan dengan baik. Hal ini akan mengakibatkan menumpuknya lemak pada bagian tubuh tertentu sehingga risiko menjadi gemuk akan lebih besar.

Orang yang bekerja dan hanya menghabiskan waktu tanpa melakukan banyak aktivitas dan gerak tubuh selama waktu yang panjang bisa memiliki risiko obesitas yang lebih besar jika dibandingkan dengan orang yang aktif bergerak.

  1. Penyakit Jantung

Bagi orang yang selalu bekerja dalam posisi duduk yang lama setiap harinya, risiko menderita penyakit jantung juga menjadi lebih besar. Rutinitas duduk seperti ini akan memperlambat proses peredaran darah dalam tubuh sehingga mengakibatkan kurangnya kemampuan otot dalam membakar lemak.

Jika lemak dalam tubuh tidak dibakar secara maksimal, hal ini dapat mengakibatkan terjadinya penyumbatan pada jantung. Kondisi seperti ini akan menjadi semakin buruk kalau terjadi dalam kurun waktu yang berkesinambungan dan hal ini sangat mungkin dapat menimbulkan beragam penyakit kardiovaskular lainnya.

  1. Diabetes

Gula darah yang tinggi adalah masalah yang kerap terjadi tanpa disadari oleh pekerja freelance. Hal ini juga bisa datang menyambangi tubuh orang yang menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi duduk dan bekerja. Dalam kondisi normal tubuh akan sangat membutuhkan insulin untuk mengubah glukosa menjadi energi.

Sementara kebiasaan duduk dalam waktu yang panjang akan mengurangi kemampuan hormon insulin ini. Jika glukosa tidak diproses dengan baik dalam tubuh, glukosa akan tetap berada di dalam darah. Glukosa yang tidak dapat diubah menjadi energi ini akan berisiko menimbulkan diabetes.

  1. Kolesterol Tinggi

Ada banyak hal yang akan memengaruhi tingkat kolesterol dalam tubuh, terutama berbagai asupan makanan yang dikonsumsi. Akan tetapi tubuh juga dapat mengalami masalah kolesterol akibat terganggunya metabolisme tubuh selama bekerja.

Umumnya gangguan ini bisa dirasakan oleh para pekerja freelance yang duduk dan bekerja dalam waktu yang cukup lama setiap harinya bila mendapat segudang pekerjaan. Kadar kolesterol akan meningkat akibat kurangnya gerak tubuh selama bekerja.

Berbagai jenis penyakit yang telah disebutkan di atas merupakan masalah yang cukup serius. Jika dibiarkan terjadi bisa saja hal ini berakibat fatal bagi kesehatan tubuh. Sangat penting untuk para pekerja freelance agar melakukan pencegahan sejak awal agar tubuh tetap sehat dan bisa prima sepanjang waktu.

Selain menjaga kesehatan untuk menghindari penyakit tersebut, pekerja freelance juga perlu memiliki asuransi sebagai jaminan kestabilan keuangan.  Karena penghasilan yang tidak menentu, asuransi mutlak perlu agar ketika terjadi musibah keuangan tetap aman.

Dengan pertimbangan penghasilan yang fluktuatif, tentunya premi menjadi salah satu yang harus diperhatikan sebelum memilih asuransi. Cek lagi dengan teliti, apakah premi yang dibayarkan sepadan dengan benefit yang diperoleh agar tidak mengalami kerugian berarti saat klaim.  (*/tif)

Lifestyle