SLEMAN – Ada kuliner baru lagi hadir di Jogjakarta yang bisa dinikmati di akhir pekan, Lumpia Basah Mojang Khas Bandung. Berbeda dengan lumpia pada umumnya, lumpia basah ini kulit lumpianya tidak digoreng, dan tidak digulung.

Pemilik Lumpia Basah Mojang, Dwi Lasri Basirni, 24, mengatakan, ia membuka usaha kuliner ini pada Oktober 2018. “Awalnya karena saya suka lumpia basah, tapi di Jogja nggak pernah nemu. Jadi lah saya bikin sendiri,” ujar gadis yang akrab disapa Uwi ini.

Bagai gayung bersambut, respons masyarakat pun sangat baik. Dalam sehari, puluhan lumpia basah terjual di outletnya yang berada di Cakra Nara Foodcourt, Jalan Wahid Hasyim No.11, Dabag, Condongcatur, Depok, Sleman.

Lalu apa yang menjadikan lumpia basah ini istimewa? Isian lumpia basah ini dimasak langsung di outlet dengan bahan utamanya toge, bengkoang, telur. Kulit lumpianya dijadikan alas dari isian tersebut.

Menariknya, bengkoang yang digunakan sudah diolah dengan gula merah. “Asal-usulnya masih menjadi misteri sebenarnya, orang Bandung itu suka berkreasi dan jadilah lumpia basah dengan isian bengkoang manis ini,” ungkap Uwi.

Tambahan saos khas lumpia basah berwarna coklat, menambah kenikmatan makanan ini. Rasa lumpia basah ini cenderung manis, gurih, dan pedas. Tersedia berbagai macam varian isi atau topping di Lumpia Basah Mojang ini, seperti kikil, sosis, baso, ayam, ceker, kornet, mie goreng, double telur, omay, cuanki, dan batagor.

Tidak hanya jual lumpia basah, juga tersedia baso aci dengan berbagai paket. Semua varian menu ini dijual mulai harga Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu. Selain di outlet, Lumpia Basah Mojang bisa dipesan melalui aplikasi Go-Food.

Pada 13-26 Mei nanti, Lumpia Basah Mojang memberikan spesial promo di Go-Food untuk varian menu tertentu, dengan membeli dua menu dan akan mendapatkan free ongkir. Menu-menu ini sangat cocok dinikmati untuk menemani buka puasa. (ita/jko)

Lifestyle