PENCAK SILAT merupakan seni bela diri tradisional asli dari Indonesia. Nah, nenek moyang bangsa Indonesia ternyata memiliki cara untuk membela dan melindungi diri dari tindak kejahatan dengan pencak silat atau akrab disebut silat saja.

Kalau di Jepang ada Karate, di Korea ada Taekwondo, nah di Indonesia ya ada silat ini. Makanya dengan mempelajari silat tidak hanya menjaga stamina dan mampu membela diri saja, melainkan juga melestarikan kebudayaan Indonesia.

Salah satu pencak silat yang ada di Jogjakarta yakni Perguruan Pencak Silat Wijaya Kusuma. Menurut guru pencak silat Kus Danarto, gerakan dasar dari silat Wijaya Kusuma ini fokus pada gerakan tangan dan kaki.

“Ada juga yang fokus pada langkah dan gerakan-gerakan menangkis. Untuk mereka yang baru belajar, fokus utamanya pada gerakan tangan dan kaki tanpa menggunakan senjata,” ujarnya ditemui akhir pekan kemarin.

Kus, sapaannya, mengatakan belajar silat pada dasarnya bukan hanya agar anak bisa bela diri. Namun, juga memengaruhi stamina anak karena setiap berlatih harus melakukan pemanasan terlebih dahulu. Yakni dengan lari-lari selama sepuluh menit. Kemudian baru masuk ke pengenalan gerakan.

“Selain stamina, juga membutuhkan konsentrasi karena anak-anak harus mengikuti gerakan yang diajarkan. Otomatis daya konsentrasi anak lebih terjaga,” ungkap pelatih yang mulai menggeluti seni bela diri ini sejak 1970an.

IKUT NGURI-URI: Kus Danarto menggeluti pencak silat Wijaya Kusuma sejak 1970an. (REREN INDRANILA/RADAR JOGJA)

Menurut Kus, belajar pencak silat ini juga melatih kepercayaan diri anak. Sebab, mereka diminta untuk menunjukkan kemampuan dan kekuatannya selama latihan.

“Namun sejak awal akan kami sampaikan jika pencak silat ini untuk membela diri, bukan untuk mengajak berkelahi orang lain,” jelas guru silat yang membuka kelas di rumahnya yang berada di Dongkelan, Sewon, Bantul ini.

Nah, untuk dasarnya, Kus menjelaskan, gerakan yang dikenalkan yakni teknik pukulan pokok kanan dan kiri, kemudian gerakan pecutan kanan dan kiri, dan teknik pukulan serta teknik tendangan. “Ada juga gerakan sadhukan, yakni tangan mengayun dari arah bawah menuju ke perut lawan,” jelasnya. (ila/mg1)

Entertainment