Bangga Kenakan Karya Sendiri

Tren fesyen selalu berkembang. Peluang dan prospek untuk berkarya di dunia mode juga terbuka lebar. Saat ini, banyak anak muda yang terjun menjadi desainer. Tak hanya membuat busana untuk orang lain, ternyata para desainer muda juga mengenakan karya mereka sendiri. Sekaligus untuk branding dan mengenalkan gaya serta style mereka.

DESAINER kebaya dan baju pengantin asal Jogjakarta, Dedi Hertanto, 33, mengaku memilih mengenakan baju hasil karyanya sendiri untuk gaya berbusananya sehari-hari.

“Saya memakai pakaian etnik dari bahan material lokal yang dikombinasikan dengan material textile,” jelas pria yang terjun ke dunia desiner sejak 11 tahun yang lalu.

Untuk keseharian, pria yang akrab dipanggil Dedi Delmora ini mengenakan outer panjang tanpa lengan dengan bawahan sarung atau jeans serta memakai sepatu boots. Untuk acara resmi, dia memakai atasan batik variasi beludru dengan bawahan sarung.

Dedi menuturkan, sebagai desainer dia juga punya misi khusus. Yakni memperkenalkan kain lokal maupun tradisional ke khalayak. Di antaranya, batik dan lurik.

“Kalau tidak dikenakan sendiri, bagaimana orang lain bisa yakin. Nah, kain tradisional ini dikombinasikan dengan gaya kasual,” ungkapnya ditemui baru-baru ini.

Menurutnya, kain tradisional yang diaplikasikan dalam desain busana yang unik pantas dipakai oleh siapapun di segala usia dan di acara apa saja. Oleh sebab itu, hampir semua baju yang dikenakan Dedi merupakan hasil buatan sendiri yang menurutnya sesuai dengan identitasnya. “Kalau pakai branded nggak ada sih kecuali aksesori dan pelengkapnya saja, misalnya sepatu dari Zara,” ungkapnya.

Mengangkat kain-kain etnik tersebut menunjukkan kecintaan Dedi pada fashion Indonesia. Dedi memilih menjadi desainer kebaya dan baju pengantin karena dia melihat seni budaya bangsa wajib dilestarikan. Menurutnya, tidak banyak designer wedding paham dan mengetahui benar tentang tradisi adat pengantin. Makanya, Dedi mengambil peluang bisnis yang sangat menjanjikan untuk mewujudkan impian para calon pengantin.

Dedi mengaku lebih percaya diri memakai busana hasil karyanya sendiri. Dia juga tidak pernah memakai hasil karya desainer lain selama ini. “Alasannya, saya lebih senang membuat sendiri dan branding sendiri produk lini saya yaitu Delmora dan Amora,” tegasnya.

Melihat gaya berbusana Dedi, ternyata banyak para pecinta fesyen meminta untuk dibuatkan baju sesuai style-nya. (ita/ila/ong)

Lifestyle