NAMA KH Thoha Abdurahman bukan hanya berkibar di kalangan internal umat Islam. Namanya juga akrab bagi umat lain di DIJ. Ini karena posisinya sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang selama ini memang fokus dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. JABATAN KH Thoha Abdurahman di kepengurusan FKUB sebagai ketua. Posisi puncak tersebut sudah ia pegang selama dua kali periode. “Sering dibilang sebagai bentukan pemerintah. Tapi kami di FKUB tetap bekerja untuk menjaga kerukunan umat beragama. Saya sebenarnya ingin mundur. Teman-teman masih menghendaki. Padahal, saya sudah stroke empat tahun lalu,” terang Thoha ditemui belum lama ini, Jumat (27/6).
Saat memimpin FKUB, Thoha mengaku, ia memilih langkah tegas. Bukan asal keras. Ini ia lakukan tak hanya dengan umat Islam saja. Tapi juga semuanya yang telah merusak kerukunan umat beragama. “Yang di Sleman (Pangukan), kami dari FKUB menyalahkan semuanya. Dari pendeta, sudah tidak berizin masih melakukan aktivitas. Dari umat Islam melakukan main hakim sendiri. Semuanya salah,” terangnya. Atas kesalahan kedua belah pihak itu, Thoha menyarankan kepolisian untuk adil dalam menegakkan aturan. Bukan hanya dampaknya yaitu main hakim sendiri yang ditindak. Ia juga mendesak aparat yang berwenang juga menindak penyebabnya. “FKUB sepakat jika faktor penyebabnya juga harus ditindak,” tandasnya.
Dengan sikap yang tegas dan adil inilah, ternyata membuat Thoha bisa diterima semua pihak. Apa yang ia sampaikan selalu berpedoman dengan kebenaran bukan karena memiliki kepentingan. “Kepentingannya menyampaikaan kebenaran. Itu saja,” kelakarnya. Ia mengambil contoh, pernah menyampaikan pernyataan keras soal Pilpres 2014 ini. Ia merasakan tidak adanya kejujuran dari semua pihak dalam melaksanakan pilpres kali ini. Baik dari capres dan cawapres, pemilih, pemerintah dalam hal ini KPU dan Bawaslu dan pihak lain. “Akibatnya ya seperti ini, tidak jujur negara hancur. Jujur negara mujur,” lanjutnya dengan mengutip ayat Alquran mengenai pentingnya berlaku jujur dalam hidup sehari-hari terutama bernegara.
Kemudian, Thoha mengatakan, demi kebaikan negara, seharusnya semua pihak mulai berlaku jujur. Terlebih dalam kondisi negara saat ini. “Tanpa kejujuran, negara ini akan berada diambang kehancuran,” katanya. (eri/ila)

Lifestyle