HENDRI UTOMO, Kulonprogo, Radar Jogja
INOVASI yang dilakukan BKKBN sesuai dengan ekspektasi Presiden Joko Widodo. Sejak Januari 2021 Presiden Joko Widodo sudah membidik stunting untuk ditekan dan diturunkan, karena sangat berpengaruh terhadap nasib bangsa (generasi bangsa).
Jokowi akhirnya menunjuk Hasto Wardoyo menjadi Kepala BKKBN. Tugas utamanya sebagai koordinator percepatan penurunan stunting melalui program pembangunan keluarga berencana (KB).
Hasilnya sesuai harapan, target prevalensi stunting di Indonesia berhasil turun dan kini sudah ada di angka 24,4 persen menuju 14 persen (target tahun 2024,Red). Langkah Hasto bahkan diakui PBB.
Melalui Majelis Parlementer Perserikatan Bangsa Bangsa (UNPA), BKKBN yang dinahkodai Hasto Wardoyo mendapat penghargaan terkait kependudukan. BKKBN dinilai mampu memberikan kontribusi luar biasa dan kesadaran terhadap isu kependudukan serta solusi yang telah dilakukan.
Penghargaan diberikan langsung Sekretaris Komite UNPA Dr. Natalia Kanem kepada BKKBN di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (13/6) waktu setempat.
UNPA PBB juga mengakui langkah BKKBN yang aktif memberikan pelatihan dan bimbingan kepada para pakar kependudukan dengan lembaga non-pemerintah serta organisasi berbasis agama, semua terkait kependudukan dan program Kerja Sama Selatan-Selatan.
BKKBN juga mengadvokasi praktik-praktik berbahaya, mengembangkan program membantu keluarga-keluarga merawat lansia. BKKBN juga dinilai hebat dalam meningkatkan kelanjutan penyediaan pelayanan KB selama pandemi Covid-19 di Indonesia."BKKBN menjadi role model bagi negara-negara di dunia terkait praktik dan pelayanan Keluarga Berencana (KB)," ucap Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo mengutip pernyataan Natalia Kanem.
Ditambahkan, untuk pengendalian jumlah penduduk, berdasarkan proyeksi angka kelahiran 1971, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010 sempat diprediksi di angka 326 juta jiwa. Namun dengan program KB, jumlah penduduk Indonesia 2010 hanya sebesar 237,6 juta jiwa.
Kabar baiknya lagi, pertumbuhan penduduk yang terkendali ternyata mampu menaikkan Gross Nation Product (GNP) penduduk perkapita dan menurunkan tingkat kemiskinan. Dimana tahun 1970, persentase kemiskinan sebesar 40 persen, sementara saat ini turun menjadi 11 persen."Angka harapan hidup selama 30 tahun terakhir juga meningkat, hal itu bisa dilihat dari peningkatan persentase penduduk usia lanjut," ucap mantan bupati Kulonprogo itu, Selasa (14/6).
Persentase penduduk usia lanjut bahkan meningkat dua kali lipat selama periode 1971 hingga 2021, yakni 9,92 persen. "Kami (BKKBN) kini tengah mengembangkan program Lansia Tangguh untuk menunjukkan tingginya angka harapan hidup masyarakat Indonesia," ucapnya.(din) Editor : Editor Content