Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penumpukan Kendaraan di Jalur Daendels

Editor Content • Kamis, 5 Mei 2022 | 17:00 WIB
SEPI: Rumah pribadi Wali Kota Jogja periode 2017-2022 Haryadi Suyuti di Jalan Merpati, Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman, tadi malam (2/6). (Guntur Aga/Radar Jogja)
SEPI: Rumah pribadi Wali Kota Jogja periode 2017-2022 Haryadi Suyuti di Jalan Merpati, Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman, tadi malam (2/6). (Guntur Aga/Radar Jogja)
RADAR JOGJA - Kondisi arus lalu lintas di jalur mudik wilayah Kulonprogo pada H+2 terpantau ramai lancar, kemarin (4/5). Lalu lintas masih didominasi kendaraan pribadi baik mobil atau sepeda motor.
Pantauan arus lalu lintas di jalan utama mudik Lebaran atau jalur nasional terpantau ramai lancar. Antrean kendaraan sempat mengular di beberapa titik lampu merah. Mulai Pertigaan Kalimenur, Pertigaan Milir, Simpang Lima Karangnongko, Perempatan Tambak, Pertigaan Toyan, hingga Simpang Tingga Glagah.
Kondisi serupa juga terjadi di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) atau jalan Daendels. Antrean panjang kendaraan sempat terjadi mulai pertigaan Brosot, Kapanewon Lendah. Kemudian di Perempatan Pantai Glagah. Penumpukan yang terjadi dari arah barat, disinyalir akibat pengalihan arus mulai dari Kebumen dan Purworejo. Memecah kemacetan di jalur nasional.
Selain itu, Jalur Daendels kini memang menjadi jalur yang cukup diminati para pemudik. Terlebih sudah ada beberapa SPBU dan kondisi jalan yang relatif baik. Pemicu lainnya yakni destinasi wisata pantai, termasuk di wilayah Kulonprogo. Sementara di jalur tengah (Toyan-Srandakan) relatif lancar.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kulonprogo, Raden Sukirno mengatakan, pihaknya telah memantau lonjakan kendaraan terjadi sejak arus mudik H-7 sebelum Lebaran (25/4). Sedikitnya ada 16.775 kendaraan yang melintas, jumlahnya meningkat di H-6 mencapai 29.605 unit kendaraan.
Pada H-5 mencapai 31.673 unit kendaraan dan di H-4 total kendaraan naik lagi mencapai 33.030 unit dan puncaknya di H-3 dengan total kendaraan mencapai 36.157 unit. "Kebanyakan kendaraan dari arah barat dengan plat B. Kami masih fokus di jalur utama, kendati rambu-rambu untuk jalur alternatif sudah kami pasang. Ada beberapa titik, diantaranya di pertigaan Toyan dan Ngeplang," ucapnya.
Sementara itu di Bantul, kemacetan jalan masih diakibatkan aktivitas kunjungan wisata. Membludaknya wisatawan yang datang ke Bumi Projotamansari berdampak pada macetnya beberapa ruas jalan.
Salah satu yang cukup kontras terjadi di sepanjang jalan menuju destinasi wisata pantai. Pada siang kemarin, di Jalan Parangtritis setidaknya sempat terjadi antrian kendaraan sepanjang 4 kilometer.
Kepala Dinas Perhubungan DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti menyatakan, pada siang sekitar pukul 12.00 sampai 13.00 diakuinya memang sempat terjadi antrean kendaraan sepanjang empat kilometer pada ruas jalan menuju Pantai Parangtritis. Penyebabnya, diketahui lantaran ada antrean tunggu pembelian tiket masuk di tempat pemungutan retribusi (TPR) Pantai Parangtritis.
Berbagai upaya rekayasa lalu lintas pun sudah dipersiapkan untuk mengantisipasi kemacetan panjang. ”Salah satunya dengan pemanfaatan JJLS sebagai jalur keluar kendaraan wisatawan yang masuk ke kawasan pantai selatan,” jelasnya.
Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Bantul Ipda Ketut Reni Juliani menambahkan, penerapan rekayasa lalu lintas yang diterapkan yakni dengan mengarahkan kendaraan untuk melewati Jembatan Kretek 2. Sehingga kemudian diarahkan ke JJLS dan keluar ke Jalan Samas untuk menuju Jalan Bantul.
Upaya lain yang diterapkan kepolisian, diketahui Jajaran Satlantas Polres Bantul juga bakal melakukan rekayasa lalu lintas berupa pemberlakuan satu arah di beberapa ruas jalan apabila kendaraan benar-benar padat atau sudah memenuhi Jembatan Kretek. Yakni berupa pengalihan arus kendaraan roda dua dan roda empat menuju Jalan Sempalan Pundong dan diarahkan ke Jembatan Sogun lalu dibelokkan kanan menuju ke Jalan Parangtritis.
“Kemacetan biasanya terjadi sore hari saat balik dari Parangtritis, namun untuk saat ini sudah padat merayap karena arus sudah bisa dialihkan ke Jembatan Kretek 2 yang baru,” terang Reni. (tom/inu/bah) Editor : Editor Content
#macet #Mudik #Kulonprogo #jalur mudik #mudik lebaran