KULON PROGO – Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulon Progo menargetkan 100 ribu wisatawan berkunjung ke objek wisata (obwis) selama libur Lebaran 2026.
Target ini, diupayakan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari retribusi.
Kepala Dinpar Kulon Progo Sutarman mengatakan, libur Lebaran menjadi momen pemudik menghabiskan waktu di tempat wisata.
Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, tingkat kunjungan wisatawan cenderung mengalami kenaikan selama libur Lebaran.
"Targetnya 100 ribu wisatawan berkunjung di objek wisata yang dikelola pemerintah," ucap Sutarman, Minggu (15/3/2026).
Target yang tak muluk-muluk ini, dipasang setelah melihat momen libur Lebaran dengan durasi cukup panjang.
Terdapat tujuh hari waktu efektif pada libur Lebaran. Termasuk libur Hari Raya Nyepi yang membuat pemudik mendapat waktu libur yang cukup untuk berwisata.
Baca Juga: Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis
Untuk menyambut kunjungan wisatawan ini, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran untuk mencegah praktik pengelola wisata yang merugikan masyarakat.
Surat edaran berisi, imbauan agar pengelola warung makan hingga kuliner memberikan transparansi harga.
Tujuannya, agar wisatawan terhindar dari tarif nuthuk.
Baca Juga: Prediksi Skor Lazio vs AC Milan Serie A Senin 16 Maret 2026
Dinpar juga mengupayakan pemenuhan fasilitas umum. Tujuannya, menciptakan rasa nyaman ke pengunjung.
Pemenuhan fasilitas umum berupa ketersediaan kamar mandi, parkir, hingga area aman untuk istirahat.
Di samping itu, tenaga kebersihan dan pelayan wisata diminta memberikan pelayanan maksimal.
"Kami juga menyiapkan event khusus saat Lebaran," ujarnya.
Baca Juga: Prediksi Skor Como vs Roma Serie A Senin 16 Maret 2026
Sutarman menjelaskan, optimalisasi menarik angka kunjungan juga dilakukan dengan gelaran kegiatan.
Terdapat dua kegiatan, di antaranya Tontonan Hari Raya (THR) di Pantai Glagah tanggal 23 Maret dan Kulon Progo Night Spectra di Alun-Alun Wates tanggal 28 Maret.
Selain memantik keramaian baru, kegiatan diatas dapat memantik perekonomian bagi masyarakat. (gas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita