Kasatlantas Polres Kulon Progo AKP Kristiyono memprediksi, akan terjadi peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang masuk ke Bumi Binangunn. Akan tetapi, jumlahnya tak akan lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Kendaraan pemudik akan lebih banyak melewati Pintu Tol Fungsional Purwomartani," ucap AKP Kristiyono, Minggu (15/3).
AKP Kristiyono mengungkapkan, peran pintu tol yang akan dibuka 16 Maret mendatang cukup untuk menyebar keramaian saat mudik.
Di Lebaran sebelumnya, kendaraan bermotor dari Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Tengah cenderung memilih jalur selatan. Kondisi ini, membuat arus lalu lintas Kulon Progo ramai lancar karena merupakan gerbang menuju wilayah DIJ.
Keberadaan pintu tol membuat pemudik khususnya pengendara mobil memiliki opsi lain. Melalui jalan tol yang terintegrasi dengan beberapa tol penghubung lain, pemudik lebih efisien waktu. Al ini mempengaruhi psikologi pemudik dan memilih menggunakan jalur tol.
Kendati diprediksi landai, pihaknya tetap menyiapkan antisipasi rekayasa lalu lintas. Lantaran, masih terdapat potensi lonjakan arus mudik, terutama yang bersumber dari pemudik roda dua. Rekayasa lalu lintas bertujuan untuk mengurai kemacetan.
"Apabila ada penumpukan kendaraan, kami melakukan penarikan kendaraan secara manual," ujarnya.
Polres Kulon Progo menyediakan sejumlah pos pengamanan di jalur mudik. Apabila terjadi kemacetan, personel kepolisian yang berjaga di pos pengamanan akan diarahkan ke titik kemacetan. Mereka akan mengatur lalu lintas agar terurai.
Pihaknya memetakan sejumlah titik rawan kemacetan. Diantaranya, perbatasan Sentolo dan Srandakan yang kerap menjadi titik kemacetan. Polres Kulon Progo dan Polres Bantul menjalin kordinasi untuk mengurai kemacetan.
Di samping itu, terdapat titik kemacetan baru di Jembatan Kabanaran. Hal ini disebabkan kendaraan yang berhenti di atas jembatan. Untuk mengatasi itu, personel disiagakan untuk mencegah kendaraan berhenti di jembatan.
Sebelumnya, Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat menyampaikan kesiapan personel pengamanan mudik Lebaran 2026.
Melalui Operasi Ketupat Progo 2026 mulai 13-25 Maret nanti, 376 personel diterjunkan guna mengamankan mudik.
"Kami juga menyiapkan empat pos untuk pengamanan dan pelayanan," ujarnya.
AKBP Ridho mengungkapkan, empat pos terdiri dari satu pos terpadu dan tugas pos pengamanan. Pos terpadu terletak di Jalan Wates Purworejo, Kapanewon Temon. Sedangkan pos pengaman, berlokasi di Jembatan Kabanaran, Pasar Baru Sentolo, dan depan Terminal Wates. (gas)
Editor : Bahana.