Pencarian menggunakan beberapa metode, termasuk penerjunan tim penyelaman untuk mencari korban.
Kordinator Pos Basarnas Kulon Progo Seto Satrio menyampaikan, insiden laka air menyebabkan BN,9, tenggelam di Muara Sungai Serang, Sabtu(7/3) lalu.
Diduga korban bermain air di muara, saat peralihan surut ke pasang hingga menyebabkan tenggelam.
"Pencarian sudah dilakukan sejak kemarin, sore hingga malam hari," ucap Seto, saat ditemui Radar Jogja di Posko Pencarian Pantai Glagah, Minggu (8/3).
Seto menjelaskan, pencarian telah dilakukan pasca korban dikabarkan tenggelam.
SAR Linmas Glagah telah melakukan penelusuran di area muara sungai hingga melebarkan radius menuju hulu.
Pencarian juga berlanjut hingga malam hari melibatkan unsur kepolisian, TNI, hingga relawan.
Namun, upaya pencarianbelum membuahkan hasil.
Pencarian kemudian dilanjutkan keesokan harinya, Minggu (8/3).
Tim Gabungan yang berasal dari Basarnas, SAR Linmas, kepolisian, TNI, dan relawan melakukan penyisiran intensif.
Penyisiran mengerahkan empat Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 fokus penyisiran ke arah utara dengan radius satu kilometer ke hulu Sungai Serang. Penyisiran menggunakan perahu jukung dari titik tenggelam ke utara.
SRU 3 dan 4 fokus pencarian jalur darat. SRU 3 ditugaskan menyisir area pemecah ombak Pantai Glagah. Sedangkan SRU 4 menyisir pemecah ombak Karangwuni.
Kedua SRU ini sengaja disiapkan, mengingat adanya potensi arus balik ombak yang dapat membawa korban ke area pemecah ombak.
"Kami menyiapkan tim penyelam, mudah-mudahan segera ada kabar," ujarnya.
Tim Penyelam bergerak dibawah SRU 2. Tim ini berfokus penyelaman di perairan.
Akan tetapi, tim ini tak bisa bergerak secara optimal. Lantaran, kondisi perairan sedang keruh menyebabkan penglihatan terbatas.
Di sisi lain, pihaknya mewaspadai pasang surut air laut untuk memastikan pencarian tetap aman.
Pihaknya berharap agar pencarian korban tak terkendala cuaca. Saat apel pagi, cuaca cukup cerah.
Gelombang laut cukup rendah dan tak menyebabkan arus balik dari pantai. Pihaknya berharap agar korban dapat segera ditemukan. (gas)
Editor : Bahana.