Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

60 Tukang Becak di Kulon Progo Terima THR Zakat Infaq Sedekah dari Baznas

Anom Bagaskoro • Rabu, 4 Maret 2026 | 12:32 WIB

SERAH TERIMA SIMBOLIS: Wakil Bupati Kulon Progo memberikan bantuan uang tunai ke tukang becak. 
SERAH TERIMA SIMBOLIS: Wakil Bupati Kulon Progo memberikan bantuan uang tunai ke tukang becak. 

KULON PROGO - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menyalurkan zakat infaq sedekah (ZIS) ke tukang becak.

Bantuan ini diharapkan mampu mencukupi kebutuhan jelang lebaran nanti.

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menyampaikan, penyaluran zakat infaq ke tukang becak telah dilaksanakan di Alun-Alun Wates, Rabu (4/3/2026).

Penyaluran merupakan wujud kepedulian Pemkab dan Baznas Kulon Progo.

"Zakat dan infaqnya dari PNS, masyarakat, dan ada dari Baznas Pusat," ucap Ambar, Rabu (4/3/2026).

Ambar berharap bantuan ke tukang becak dimanfaatkan sebaik munhkin oleh penerima.

Mengingat saat menjelang lebaran, kebutuhan akan semakin meningkat.

Minimal bantuan dapat membantu kelangsungan hidup keluarga penerima.

Ketua Baznas Kulon Progo Alfanuha menyampaikan, penyaluran bantuan sengaja menyasar tukang becak.

Lantaran, tukang becak di Bumi Binangun mayoritasnya merupakan lansia. Terlebih pekerjaan mereka tak memperoleh penghasilan tetap.

"Paling utama disalurkan ke mustahik, sehingga tukang becak ini masuk kriterianya," ujarnya.

Tahun ini, tukang becak penerima bantuan berjumlah 60 penerima dengan nominal bantuan Rp 300 ribu.

Jumlah ini telah disesuaikan dengan kondisi terkini.

Mengingat beberapa tukang becak telah meninggal dunia ataupun tak bekerja lagi.

Pihaknya berharap, penerima mampu memanfaatkan bantuan dengan bijak.

Sementara itu, penerima bantuan Mbah Ekwan mengaku telah menggeluti profesi tukang becak sejak saat muda.

Berumur 50 tahun, Ekwan menghidupi empat anggota keluarga dengan mengayuh becak.

"Mangkalnya dekat Patung Kuda, pendapatan terus merosot," ujarnya.

Lima tahun terakhir, pendapatan mengayuh becak terus merosot.

Berujung dirinya beralih menjadi pengayuh becak dengan target non penumpang.

Setiap harinya, ia keliling kampung untuk membawa sampak ke depo sampah.

Dari situlah, profesinya menghasilkan. Setiap bulan dirinya mampu mendapat penghasilan Rp 30 ribu. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#baznas #Kulon Progo #zakat infak dan sedekah #tukang becak #THR