KULON PROGO - Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menerapkan label harga pada setiap menu makan bergizi gratis (MBG).
Upaya transparansi ini juga disambut baik satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Penanggung Jawab Dapur SPPG Wates 3 Tri Susilo menyampaikan, menu MBG yang diolah pihaknya telah memenuhi syarat label harga.
Penerapan label harga ini merupakan tindak lanjut arahan BGN.
"Kebetulan kami melayani MBG kering dan basah, keduanya sudah diberikan label harga," ucap Tri Susilo, Selasa (3/3/2026).
Tri menjelaskan, selama Ramadan pihaknya melayani jenis MBG basah dan kering.
MBG basah fokua untuk sekolah yang mayoritas siswanya tak menjalankan ibadah puasa.
Walau jenis berbeda, setiap porsi MBG dipastikan dilengkapi label harga.
Termasuk dalam akun media sosial SPPG rutin memperbaharui menu MBG yang disertai dengan harga.
Selain label harga, tercantum juga jenis makanan dan angka kandungan gizi (AKG).
Sebenarnya pencantuman AKG telah dilakukan pada pelaksanaan MBG sebelumnya. Kini dilengkapi dengan label harga.
"Kami malah senang, karena SPPG lebih transparan," ujarnya.
Pelabelan harga disambut baik oleh pihaknya.
Pasalnya, melalui label harga dan AKG masayrakat mendapat informasi jelas terkait harga.
Apalagi, masyarakat masih beranggapan satu porsi menu MBG memakan anggaran Rp 15 ribu.
Kenyataan di lapangan, menu MBG ukuran besar senilai Rp 10 ribu dan ukuran kecil Rp 8 ribu.
Kordinator Wilayah BGN Kulon Progo Aini Ambarwati membenarkan penerapan pelabelan harga pada menu MBG.
Hal itu sejalan dengan arahan wakil kepala BGN dan sempat juga disinggung oleh Gubernur DIJ HB X.
"Untuk transparansi, maka pencantuman harga dan AKG harus dimasukkan ke stiap menu MBG," ujarnya.
Aini menyampaikan, hampir seluruh SPPG di Kulon Progo telah menerapkan pencantuman harga.
Hanya saja masih butuh waktu beberapa hari ke depan agar seluruh SPPG dapat melakukan penyesuaian.
Lantaran, kebanyakan SPPG masih mencetak label AKG saja, dan belum tercantum harga. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva