KULON PROGO - Intensitas hujan tinggi selama tiga hari terakhir berujung longsor yang menghantam rumah warga di Padukuhan Nganjir, Kalurahan Hargorejo, Kokap.
Tebing di samping rumah Sutarno ambrol dan menjebol dinding bagian dapur, beruntung tidak menimbulkan korban jiwa.
Pemilik Rumah Sutarno menjelaskan, longsor terjadi pada Jumat (27/2/2026) lalu.
Awalnya, longsor hanya berupa guguran kecil dari tebing di samping rumahnya. Namun, terus bertambah besar, karena dipicu hujan lebat.
"Sebelum Jumatan hanya kecil, kemudian pukul 13.00 bertambah," ucap Sutarno, Minggu (1/3/2026).
Sutarno menyampaikan, tanda-tanda longsor telah muncul sebelumnya berupa ada rekahan panjang di area tebing setinggi delapan meter di samping rumahnya.
Kondisi itu juga diperparah dengan hujan lebat selama tiga hari terakhir.
Puncaknya, tebing tak mampu menahan air dan berakhir longsor besar yang ditandai dengan bunyi keras dari samping rumah.
Suara tersebut berasal dari pohon yang menabrak atap rumah, akibat terbawa material longsor.
"Longsornya menabrak dinding, dan dinding bagian bekas dapur jebol," ujarnya.
Longsor tebing selebar sepuluh meter itu, lantas menghantam rumahnya. Akibatnya, dinding pada ruangan bekas dapur jebol.
Untungnya, tak ada korban jiwa akibat longsor tersebut. Saat longsor hanya ada Sutarno dan orang tunya yang jauh dari titik longsor.
Sementara itu, Kapolsek Kokap AKP Marjoko membenarkan insiden longsor yang menimpa rumah Sutarno.
Longsor dipicu hujan deras yang berdampak ke karakteristik tanah. Tanah yang sudah jenuh dengan air tak lagi mampu menahan berat air.
"Dampaknya dinding jebol, kerugian ditaksir Rp 10 juta," bebernya.
AKP Marjoko menjelaskan, tak ada korban jiwa atas insiden longsor. Menurutnya, wilayah Kapanewon Kokap merupakan daerah rawan longsor.
Masyarakat diminta waspada dengan cuaca akhir-akhir ini. Utamanya, mengenali karkteristik tanah sekitar yang berdekatan dengan tebing. (gas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita