KULON PROGO - Longsor tebing puluhan meter menimpa rumah Sarwadi, 53, warga Kalurahan Banyuroto, Senin (16/2/2026).
Insiden ini, menyebabkan rumah tak bisa dihuni akibat tembok jebol dan atap roboh.
Pemilik rumah Sarwadi menjelaskan, kejadian longsor terjadi saat dini hari, Senin (16/2/2026).
Awalnya Sarwadi beserta dua anaknya, sedang beristirahat di kamar sisi barat rumah. Sekitar pukul 02.00 WIB terdengar suara gemuruh dari samping timur rumah.
"Ada suara kemresek dari samping rumah, gak tahunya ternyata rumpun bambu yang ambruk menimpa atap," ucap Sarwadi, saat ditemui Radar Jogja di kediamannya, Senin (16/2/2026).
Sarwadi menjelaskan, rumpun bambu di atas tebing setinggi 20 meter tiba-tiba terbawa longsor kecil hingga menghantam atap rumahnya.
Alhasil, rumah yang diguyur hujan sejak sore hari tak bisa ditinggali akibat air hujan masuk ke rumah.
Longsor kemudian terus berlanjut, dengan ditandai luncuran tanah dari tebing setinggi 20 meter dan lebar 15 meter.
Longsor susulan semakin membuat rumah Sarwadi rusak parah. Lantaran, material longsor mengahantam dinding samping rumah.
"Atapnya roboh, genteng jatuh, dan terakhir kali dinding jebol," ucapnya.
Akibat longsor, Keluarga Sarwadi terpaksa mengungsi di rumah kerabat.
Lantaran, rumahnya tak bisa ditinggali akibat struktur bangunan rumah diprediksi tak mampu menopang bangunan.
Selain itu, masih ada rasa was-was akan terjadinya longsor susulan.
Lantaran, diatas tebing terdapat rekahan tanah cukup lebar.
Sementara itu, Kepala BPBD Kulon Progo Setiawan Tri Widada menjelaskan, curah hujan lebat menjadi penyebab utama longsor.
Tak hanya, Rumah Sarwadi beberapa titik longsor bermunculan, baik berdampak ke aset pribadi ataupun fasum.
"Kami masih emlakukan asesment, data sementara ada tujuh titik tapi dapat bertambah," ungkapnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva