KULON PROGO - Program Indonesia Asri yang dicanangkan Prabowo Subianto mulai dilaksanakan Pemkab Kulon Progo melalui Gerakan Korvei Kebersihan.
Gerakan korvei reguler sedianya akan dimulai Jumat (13/2/2026), dan menyasar objek wisata (obwis) hingga lingkungan terdekat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo Duana Heru mengatakan, segera melaksanakan korvei kebersihan mulai, Jumat. Tak hanya sekali, korvei akan digelar secara reguler setiap minggunya.
"Kegiatan perdana mulai besok (hari ini, Red), dan dilaksanakan rutin setiap Jumat mulai pukul 07.30-08.15," ucap Duana, Kamis (12/2/2026).
Duana menjelaskan, gerakan korvei merupakan hasil koordinasi lintas sektoral. Lantaran, untuk menyukseskan kegiatan tersebut dibutuhkan peran stakeholder terkait. Mulai dari masyarakat, kalurahan, kapanewon, kabupaten, kepolisan dan TNI.
Pihaknya menakar, dalam satu kegiatan peserta korvei mencapai 100-200 orang. Lantaran, satu intansi dapat mengirimkan 2-3 orang perwakilan.
Korvei kebersihan akan difokuskan dalam satu wilayah selama satu kali pertemuan. Kemudian gerakan korvei selanjutnya akan berpindah tempat dan lokasinya.
Namun, pihaknya mengupayakan korvei difokuskan ke objek wisata dimulai dari Pantai Trisik.
"Nanti berpindah-pindah dari sisi selatan ke tengah dan utara, terus kembali lagi," ungkapnya.
Selain korvei di satu titik fokus, setiap instansi di Pemkab Kulon Progo diminta melakukan pembersihan di lingkungan kerja masing-masing. Kebersihan lingkungan terdekat dinilai yang seharusnya lebih diutamakan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Nur Hadiyanto menjelaskan, gerakan kebersihan mirip korvei telah dijalankan di sekolah-sekolah Kulon Progo.
Sehingga, gerakan korvei dipastikan telah diterapkan dan tinggal ditingkatkan. "Di sekolah ada program sekilanku dan adiwiyata," ungkapnya.
Nur menjelaskan, kedua program tak hanya fokus ke aksi menjaga kebersihan lingkungan.
Melainkan siswa diajak untuk merawat hingga melestarikan lingkungan. Kedua program ini biasanya ditemui pada kegiatan ekstrakulikuler sekolah yang dikemas ringan untuk peserta didik. (gas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita