BELUM MAKSIMAL: Keberadaan RSUD Nyi Ageng Serang belum banyak diketahui masyarakat, sehingga pelayanan yang diberikan kepada warga di Kulonprogo belum optimal.
Pengelola Diminta Lebih Aktif dan Masif Sosialisasi KULONPROGO - Komisi IV DPRD Kulonprogo menilai RSUD Nyi Ageng Serang yang baru beroperasi awal Desember 2014 masih perlu diso-sialisasikan kepada masyarakat luas. Ketika banyak dirujuk oleh warga, maka kredibilitas pelayanan RSUD di Kecamatan Sentolo itu semakin mantap dan meyakinkan.
Anggota Komisi IV DPRD Kulon-progo Agung Raharjo mengatakan meski rumah sakit baru, RSUD Nyi Ageng Serang telah ditunjang dengan sarana dan prasarana yang cukup memadai. "Gedung yang megah, perlengkapan kesehatan yang me-madai, bahkan jumlah pegawainya sudah 84 orang," terangnta saat mela-kukan kunjungan lapangan di rumah sakit tersebut, Selasa (9/12) lalu. Kunjungan itu dipimpin langsung Ketua Komisi IV Muridna dan ang-gota komisi lainnya seperti Upiya Al Hasan, Bambang Istiyanto dan Agung Raharjo. Mereka diterima oleh Pelaksana Pelayanan Medik dan Keperawatan Sri Yuli Nurlaeni, SKep didampingi Pelaksana Pe-layanan Penunjang Medik Nurul Laily Hidayati, SSIT, MKes.
Dikatakan Agung dengan sarana yang sangat memadai seharusnya RSUD Nyi Ageng Serang sudah bisa menjaring pasien lebih banyak. "Jika sampai saat ini baru melayani 81 pasien, bisa dikatakan belum op-timal dan prasarana yang ada sah kalau dikatakan mubazir," kritik Agung.Agung berharap pengelola lebih intensif dan masif dalam melakukan sosialisasi mengenai keberadaan dan pelayanan RSUD Nyi Ageng Serang. Misalnya dengan memasang baliho serta mengedarkan brosur ke desa-desa. "Mungkin masyarakat belum banyak yang tahu kalau di sini ada rumah sakit, sehingga belum ba-nyak yang berobat RSUD Nyi Ageng Serang," ujar politikus PKS itu.
Pelaksana Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Nyi Ageng Serang Sri Yuli Nurlaeni menanggapi setelah dibuka 12 November 2014 lalu, RSUD Nyi Ageng Serang baru beroperasi sejak 1 Desember 2014. Sehingga sampai saat ini baru melayani 81 pa-sien rawat jalan dan enam rawat inap.Menurutnya karena baru mulai beropersi jadi masih banyak keku-rangannya. Tentunya ini masukan yang membuat dan termotivasi untuk berbuat lebih baik. "Namun tidak seperti yang terlihat, peralatan medis, obat-obatan dan barang habis pakai jumlahnya masih relatif terbatas. Hal itu pula yang mengakibatkan pelaya-nannya juga masih terbatas," kilahnya.
Pelaksana Pelayanan Penunjang Medik Nurul Laily Hidayati meng-ungkapkan operasionalisasinya baru tahap permulaan. Rencananya, tahap permulaan akan dilakukan selama tiga tahun. (tom/ila/ong) Editor : Administrator