Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dukung Kejayaan Kopi di Perbukitan Menoreh, Dua Ribu Bibit Kopi Arabika Bantuan Kementerian Pertanian RI Ditanam di Kalurahan Purwosari

Anom Bagaskoro • Rabu, 21 Januari 2026 | 21:20 WIB
 
SIMBOLIS: Bupati Kulon Progo menanam bibit kopi di Kalurahan Purwosari.
SIMBOLIS: Bupati Kulon Progo menanam bibit kopi di Kalurahan Purwosari.
 
 
KULON PROGO - Kelompok Tani Marsudi Rahayu, Padukuhan Patihombo, Kalurahan Purwosari menerima bantuan bibit kopi dari Kementerian Pertanian RI.
 
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kembalinya kejayaan kopi Perbukitan Menoreh.
 
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menjelaskan, bantuan bibit kopi sengaja diakses oleh Pemkab Kulon Progo.
 
Baca Juga: Masih Ada 449 Anak di Sleman Tidak Sekolah, Paling Banyak Usia 16 hingga 18 Tahun
 
Lantaran, salah satu visinya berupa gerakan ekonomi melalui sektor pertanian. Salah satu programnya berupa revitalisasi tanaman kopi.
 
"Pemkab berhasil mengakses bantuan 50 ribu bibit kopi, dua ribu bibit kopi arabika telah disalurkan hari ini," ungkap Agung, Rabu (21/1/2026).
 
Agung menjelaskan, kopi Perbukitan Menoreh pernah mencapai masa kejayaan. Pasalnya, komoditas kopi telah dikenal masyarakat sejak masa penjajahan Belanda dengan jenis kopi liberika.
 
Namun, mengalami penyusutan akibat produktivitas tanaman kopi mengalami penurunan.
 
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Puasa dan Lebaran, Pemkab Gunungkidul Siapkan 26 Ton Bapok untuk Operasi Pasar
 
Bantuan bibit kopi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas. Pasalnya, pohon kopi di Kulon Progo telah berumur puluhan tahun. Perlu regenerasi tanaman agar produktivitas terjaga.
 
Tentu, bantuan bibit kopi menyasar kelompok tani yang telah dikenal ulung dalam menggarap pertanian.
 
Sehingga, bantuan tidak sia-sia, sekaligus memberikan manfaat berupa tambahan penghasilan bagi masyarakat.
 
Baca Juga: PKL Alun-alun Wonosari Direlokasi ke Taman Kuliner, Pedagang Existing Khawatir Pemindahan Ganggu Aktivitas Jualan
 
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Marsudi Rahayu Theodolus Supino menyampaikan, pihaknya menerima dua ribu bibjt yang akan ditanam di lahan hamparan seluas dua hekatare.
 
Pihaknya tak menyangka akan mendapatkan bibit kopi arabika dengan kualitas unggul.
 
"Ini jadi harapan baru kami, awalnya kami ragu karena faktor ketinggian untuk tanaman kopi," ungkapnya.
 
Baca Juga: Pedagang Lama Keberatan Relokasi PKL Alun-alun Wonosari ke Tamkul: Disdagnaker Gunungkidul Sebut Ini
 
Kelompok Tani Marsudi Rahayu selama ini berjibaku pada sektor pertanian dan peternakan.
 
Pertanian pangan berpadu peternakan kambing PE telah ditekuni sejak 2005. Saat itu, kopi belum menjadi prioritas utama.
 
Padahal jejak tanaman kopi masih dapat terlihat di Kalurahan Purwosari.
 
Baca Juga: Upaya Penanggulangan Banjir Pati, Dari Peninggian Tanggul hingga Pompanisasi
 
Selama beberapa tahun terakhir peternakan kambing PE mulai kehilangan masa kejayaan, kibat harga kambing yang tak stabil. Alhasil, kelompok tani ini mulai melirik pertanian kopi.
 
Sempat ragu dengan ketinggian, petani setempat memulai membudiayakan kopi dan berhasil panen. Kondisi itu mendorong kelompok tani menggarap pertanian kopi.
 
Terlebih selama setahun terakhir pendampingan dari kementerian pada pertanian kopi semakin meyakinkan pihaknya. (gas)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Bantuan bibit kopi #Perbukitan Menoreh #Kementerian Pertanian RI #kejayaan kopi #kelompok tani