KULON PROGO - Sekolah rakyat (SR) di DIY mulai digeber pembangunannya.
Proyek ratusan miliar itu, ditargetkan rampung Juli 2025 mendatang.
Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian PU Haryo Satriyawan menjelaskan, pembangunan SR di DIY dibagi dua tahap.
Tahap pertama memanfaatkan bangunan eksisting, telah beroperasi berupa sekolah rintisan di Sonosewu dan Purwomartani.
"Tahap kedua, Kementerian PU diamanahkan kembali untuk mengawal pembangunan SR di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah," ucap Haryo, saat ditemui Radar Jogja usai Sosialisasi Pembangunan SR di Balai Kalurahan Gulurejo, Jumat (9/1/2026).
Haryo menjelaskan, Kementerian PU kembali diberi mandat untuk mengawal pembangunan.
Terdapat 104 lokasi pembangunan SR di seluruh Indonesia, dan salah satunya di Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo.
Pembangunan SR merupakan tindak lanjut atas visi Presiden Prabowo yang hendak mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan.
Berbeda dengan SR rintisan, SR Gulurejo memiliki daya tampung besar hingga ribuan siswa.
Di samping itu, bangunan SR akan dibangun mulai dari nol membuat perencanaan telah dimatangkan sejak Agustus 2025 lalu.
"Anggarannya Rp 214 miliar, dan bangunan ini berdiri di atas lahan 7,1 hektare," ucapnya.
Adapun, waktu pekerjaan sebanyak 220 hari kalender.
Direncanakan sebagai boardingschool, pembangunan SR Kulon Progo menelan ratusan miliar rupiah.
Anggaran itu, bersumber dari APBN 2025-2026.
Sedangkan, waktu masa pembangunan telah dimulai sejak 22 Desember 2025 lalu hingga 19 Juli 2026.
Dengan waktu setengah tahun, SR ditargetkan rampung sebelum tahun ajaran 2026/2027.
Sehingga, dapat langsung digunakan oleh siswa.
Untuk mengejar target tersebut, pihaknya mengebut pembangunan tanpa meninggalkan kualitas mutu bangunan.
Di samping itu, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi ke masyarakat sekitar.
Lantaran, selama setengah tahun ke depan terdapat banyak mobilitas dalam pembangunan SR.
Harapannya, masyarakat dapat mendukung pembangunan tersebut.
Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menyampaikan, dukungan pemkab pada pembangunan SR.
Sebelumnya, pemkab juga berperan dalam mencarikan tanah yang sesuai standar pembangunan SR. Hingga terpilihnya tanah Sultan Ground di Gulurejo.
"Kami dukung pembangunannya, termasuk nanti masalah air bersih," ungkapnya.
Ambar menjelaskan, operasional SR memungkinkan kebutuhan air bersih harus tersedia. Pemkab telah membuka peluang agar nantinya, Perumda Tirta Binangun dapat menyuplai kebutuhan air bersih pasca pembanguan berlangsung. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva