Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ini Penyebab Petani Kulon Progo Buang Hasil Panen Meski Produktivitas Tinggi!

Anom Bagaskoro • Kamis, 13 November 2025 | 23:47 WIB
SORTIR: Petani Cabai di Kalurahan Banaran memilih cabai berkualitas bagus. 
SORTIR: Petani Cabai di Kalurahan Banaran memilih cabai berkualitas bagus. 

 

KULON PROGO - Musim hujan berdampak ke pertanian cabai di Bumi Binangun.

Sejumlah petani cabai mengaku membuang hasil panen, karena kualitas cabai tak layak untuk dijual.

Pantauan Radar Jogja di Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur sejumlah titik pembuangan hasil panen terpantau.

Terutama di jalan menuju objek wisata Pantai Trisik.

Sejumlah petani terpantau membuang hasil panen cabai di sekitar jalan.

Dukuh Sidorejo Kalurahan Banaran Jaka Samudera membenarkan kondisi itu.

Sebagai petani, Jaka merasakan apa yang dirasakan petani cabai di wilayahnya.

"Produktivitasnya sebenarnya tinggi, tapi kualitasnya tidak bagus," ucap Jaka, Kamis (13/11/2025)

Jaka menjelaskan, menurunnya kualitas hasil panen disebabkan oleh cuaca.

Hujan yang berkepanjangan dan kaya zat asam menyebabkan kualitas panen menurun.

Sebagian cabai mengalami kebusukan pada bagian buahnya.

Akibatnya, petani perlu menyortir cabai berkualitas bagus.

Sedangkan yang berkualitas jelek, dibuang. Lantaran, berpotensi busuk saat diterima konsumen.

Temuan kondisi busuk juga sempat dikeluhkan oleh pengepul cabai.

Banyak cabai yang dijual ke Jabodetabek mengalami kebusukan, selama masa pengiriman.

Alhasil, terjadi penurunan kuantitas sekaligus harga.

Hal itu juga dibenarkan oleh petani cabai asal Karangsewu Galur Muryanto.

Tahun ini, petani cabai mengalami penurunan hasil. Lantaran, hasil sortir cabai rata-rata tak berkualitas.

"Kualitasnya yang tidak bagus, biasanya lahan ini satu ton, sekarang cuma lima kwintal," ungkapnya.

Menurutnya, panen cabai tahun ini tak optimal.

Penyebabnya adalah musim penghujan dengan intensitas tinggi sejak awal. Dampaknya terasa dengan penurunan kualitas.

Lantaran, kadar air di dalam cabai tergolong tinggi. Sehingga, saat dipanen 30% cabai dalam kondisi busuk.

Selain busuk, petani juga menemukan hasil panen cabai yang kering.

Penyebabnya berasal dari serangan penyakit patek.

Hal ini, menyebabkan tak semua hasil panen terjual, karena petani mementingkan kualitas.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Cabai (Champion Cabai) Kulon Progo Sukarman membenarkan kondisi itu.

Banyak petani Kulon Progo memilih membuang sebagian panen mereka. Alasannya, kualitas cabai tak layak dijual di pasar.

"Banyak yang busuk, maka dibuang di pinggir jalan begitu saja," ujarnya.

Menurutnya, produktivitas pertanian cabai cukup bagus tahun ini.

Namun, masalah hasil berbeda jauh. Lantaran, terjadi penurunan kualitas hasil panen.

Akibatnya, hasil panen yang dijual hanya berkisar 70%. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#kualitas cabai #Kulon Progo #kualitas cabai turun #banaran #Dampak Hujan #galur #Petani Buang Hasil Panen