Komandan Regu SAR Satlinmas Resceu Istimewa Wilayah V Pantai Trisik Ngadirin membenarkan peristiwa rusaknya aset warga akibat abrasi pantai. Peristiwa abrasi dipicu gelombang tinggi selama seminggu terakhir.
"Kejadiannya mulai terlihat malam kamis kemarin, tetapi kerusakan baru terjadi Jumat dini hari," ucap Ngadirin, Minggu (9/11).
Ngadirin menjelaskan, abrasi Pantai Trisik sebenarnya telah terjadi selama beberapa tahun terakhir.
Jarak cakupan ombak dengan bibir pantai dulunya cukup berjauhan. Namun, tiga tahun terakhir semakin sempit hingga ombak mampu mencapai kawasan yang dihuni warga.
Selama beberapa hari terakhir, laut mengalami pasang dengan gelombang tinggi sekitar lima meter.
Akibatnya, bibir pantai terus mengalami pengikisan, hingga bagian pondasi bangunan terdekat tergerus dan roboh.
Bahkan, gelombang tinggi juga menghantam tembok rumah warga, menyebabkan dinding ambrol.
"Ada satu rumah dan tiga warung yang terdampak, sempat dievakuasi sebelum rusak parah," ucapnya.
Personel SAR sempat melakukan evakuasi barang-barang di dalam rumah warga sesaat sebelum bangunan roboh.
Berkat itu, kerugian materil dapat diminimalisir. Personel SAR juga meminta pemilik rumah untuk evakuasi diri selama gelombang pasang terjadi. Lantaran, potensi kerusakan bisa semakin meluas.
Sementara itu, pemilik rumah Mukiyah menjelaskan, abrasi pantai telah terjadi selama beberapa hari terakhir. Puncaknya, rumah miliknya roboh akibat diterjang gelombang tinggi.
"Sudah ada tanda-tanda, jadi sudah evakuasi diri," ungkapnya.
Kendati telah mengevakuasi diri serta barang-barang di dalam rumah, kejadian itu menyebabkan rumahnya rusak parah. Bahkan perabotan rumah ikut terseret ombak. Kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah.
Akibat kejadian itu, Mukiyah yang tinggal sendiri di situ memtuskan mengungsi di gazebo Pantai Trisik.
Lantaran, masih khawatir dan trauma dengan kondisi gelombang tinggi. Sebagai penduduk yang telah tinggal selama 25 tahun di Pantai Trisik, Mukiyah baru pertama kali merasakan insiden seperti itu.
Menurutnya, abrasi pantai semakin masif akhir -akhir ini. Dulunya jarak antara Bibir pantai dengan Jalan Akses Pantai Trisik berkisar 500 meter. Namun, abrasi terus menerus membuat jaraknya mengecil hingga kini hanya berjarak 50 meter. (gas)
Editor : Bahana.