KULON PROGO - Kulon Progo diguyur hujan sejak siang hingga malam hari, Selasa (21/10). Dampak hujan ini menyebabkan enam titik longsor di Perbukitan Menoreh. Beberapa longsor merusak aset milik warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Setiawan Tri Widada menjelaskan, hujan mengguyur wilayah Bumi Binangun cukup merata. Mulai dari wilayah utara hingga selatan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
"Dampak hujan memang terasa, ada enam titik longsor terlapor," ucap Setiawan saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Rabu (22/10).
Setiawan menjelaskan, enam titik longsor semua di wilayah Perbukitan Menoreh. Tiga titik di antaranya menyebabkan akses masyarakat terganggu. Lantaran terdapat tiga titik longsor yang berdampak ke infrastruktur jalan. Semuanya berada di wilayah Samigaluh. Akan tetapi, longsoran berhasil ditangani setelah personel BPBD Kulon Progo diterjunkan.
Selain infrastruktur, tiga titik longsor merusak aset milik warga. Paling parah di Padukuhan Sibolong, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo. Longsor membuat tanah yang di atasnya terdapat kandang kambing ambles sejauh 7 meter.
Beruntung tidak ada korban jiwa atas kejadian itu. Pemilik kandang juga telah mengevakuasi ternaknya sebelum kejadian longsor berlangsung.
Di samping longsor, angin kencang melanda Kapanewon Kokap. Dilaporkan dua kejadian pohon roboh yang menimpa rumah warga. Untungnya dampak robohnya pohon tidak mengancam nyawa warga.
"Kondisinya dari kemarau tiba-tiba hujan dengan rentang lama sehingga potensi longsor terjadi," ungkapnya.
Banyak titik longsor disebabkan cuaca yang tiba-tiba berubah. Kemarau selama beberapa bulan terakhir membuat tanah retak-retak. Retakan tanah inilah yang membuat air hujan masuk dan menjadi labil. Membuat longsor berpotensi terjadi sewaktu-waktu.
Sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi Jogjakarta Warjono menyampaikan, musim penghujan dapat terjadi pada Oktober ini. Pihaknya juga memprediksi adanya potensi cuaca ekstrim. Lantaran, banyak bermunculnya awan akibat pemanasan muka air laut. "Ada pemanasan muka air laut, membuat munculnya banyak awan," ungkapnya. (gas/laz)