KULON PROGO - Proses pengadaan tanah tol Jogja-YIA terus berlanjut.
Tahun ini, proses pengadaan tanah mencakup empat kapanewon.
Antara lain, Kapanewon Sentolo, Kapanewon Nanggulan, Kapanewon Pengasih dan Kapanewon Wates.
Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kulon Progo Margaretha Elya Lim menjelaskan, pengadaan tanah dilakukan dari ujung timur, tepatnya Kalurahan Banguncipto (Kapanewon Sentolo) hingga Kapanewon Wates.
"Proses identifikasi dan inventarisasi telah mencapai Kapanewon Wates," ucap Elya, Senin (13/10/2025).
Elya menyebut, terdapat 1.072 bidang tanah yang teridentifikasi dan terinventarisir.
Semuanya telah dilaporkan ke pejabat pembuat komitmen (PPK) Tol Jogja-YIA untuk mendapatkan validasi dan data dari lembaga manajemen kemudian dilakukan pengecekan ulang.
Setelah pengecekan dilakukan, LMAN akan menerbitkan surat perintah pembayaran (SPP).
Surat inilah yang nantinya menjadi bekal pembayaran ganti untung bagi pemilik tanah terdampak.
"Data terbaru kami, sudah ada 466 bidang tanah yang terbayarkan, total ganti rugi Rp 486 miliar," ujarnya.
Proses pengadaan tanah dijamin tetap berlanjut oleh pihaknya.
Lantaran, 15 Oktober 2025 nanti terdapat pencairan ganti untung untuk 13 bidang tanah di Kalurahan Pengasih.
Sedangkan, wilayah lain masih menunggu terbitnya SPP dari LMAN.
Kendati ada jaminan proses ganti untung terus berlanjut, pengadaan tanah tak mencapai wilayah barat Kulon Progo.
Lantaran, tahun 2025 ini pihak BPN Kulon Progo belum ditugaskan untuk inventarisir bidang tanah terdampak.
"Kami belum mendapatkan instruksi, harapannya inventarisasi dilanjutkan tahun depan untuk wilayah barat," ujarnya.
Elya menjelaskan, penetapan penlok trase Tol Jogja-YIA masih aktif selama tiga tahun.
Jika berkaca pada penentuan penlok, dimungkinkan proses pengadaan tanah di wilayah barat Kulon Progo dapat dilakukan di tahun 2026.
Wilayah barat termasuk dalam Kapanewon Kokap dan Temon.
Sebelumnya, Lurah Kaligintung Mukholis Fuad menyampaikan, masyarakatnya telah menunggu pengadaan tanah Tol Jogja-YIA yang seakan mandeg di tengah jalan.
Kebanyakan masyarakat berharap proses pengadaan tanah dapat segera dilakukan di tahun ini.
"Memang sudah menunggu kemajuan pengadaan tanah, karena sudah cukup lama," ucapnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva