KULON PROGO - Selama lebaran potensi timbulan sampah diprediksi akan meningkat drastis.
Terutama sampah rumah tangga, yang berasal dari restoran. Disinyalir meningkatnya sampah rumah tangga terjadi akibat mobilitas masyarakat.
Kepala UPTD Persampahan dan Pertamanan Budi Purwanta menyampaikan adanya potensi kenaikan timbulan sampah. Bahkan, pantauan timbulan sampah meningkat sejak menjelang lebaran sekitar 10%.
"Kalau di hari biasa sekitar 30 ton sampah per hati, kemungkinan kenaikan hingga 40 ton sampah per hari," ucap Budi, Kamis (3/4/2025).
Budi menjelaskan, potensi kenaikan sampah saat lebaran baru akan muncul H+4 lebaran.
Lantaran, banyak KSM pengelola sampah belum menganggkut sampah ke Depo Sampah ataupun ke TPA Banyuroto.
Selain itu, kebanyakan sampah akan disimpan masyarakat selama lebaran.
Di tahun sebelumnya, kenaikan timbulan sampah baru muncul setelah H+7 lebaran.
Saat itu, kebanyakan aktivitas pengelola sampah akan kembali normal. Dampaknya, TPA Banyuroto akan dipadati truk pengangkut sampah.
"Kebanyakan sampah rumah tangga, terutama yang bersumber dari restoran," ucapnya.
Budi menjelaskan, kenaikan timbulan akan didominasi sampah rumah tangga.
Lantaran, masyarakat akan banyak memproduksi sampah hasil suguhan tamu saat lebaran. Kenaikan, diprediksi hampir 70%.
Selain samapah rumah tangga dari rumahan, sampah rumah tangga dari restoran juga menjadi penyumbang kenaikan.
Banyaknya pemudik yang pulang kampung dan berkunjung membuat produksi sampah restoran naik drastis.
"Perkiraan kenaikan hampir 90% untuk sampah restoran," ujarnya.
Di hari biasa, sampah restoran menyumbang 7 ton dari total sampah yang ditampung TPA Banyuroto setiap harinya.
Diperkirakan sampah akan mengalami kenaikan hingga 12 ton. Hal ini dipengaruhi pola konsumsi masyarakat.
Oleh sebab itu, Budi menghimbau agar masyarakat menekan angka produksi sampah.
Caranya dengan pencanangan mudik minim sampah.
Masyarakat dapat meminimalisir penggunaan sampah plastik.
Selain itu, masyarakat diharapkan menghabiskan makanan di restoran untuk mengurangi jumlah timbulan sampah. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva