KULON PROGO - Tiga sapi di Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo terjangkit PMK. Di awal tahun ini, sudah terjadi dua kasus PMK di Bumi Binangun. Sebelum ditemukan di Demangrejo, satu kasus PMK menghampiri tiga sapi di Kalurahan Plumbon, Kapanewon Temon.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulon Progo Drajat Purbadi menyampaikan, terdapat satu kasus PMK di Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo yang menjangkit tiga sapi. "Tiga sapi dilaporkan mengalami gejala PMK, dan langsung kami tindaklanjuti," ucap Drajat, Minggu (5/1).
Ketiga sapi berada di dua kandang yang berbeda. Namun jafak kandang cukup dekat. Sehingga, berpotensi menularkan PMK. Gejala PMK memang terlihat jelas pada hewan ternak itu. Untungnya, gejala masih bersifat ringan. Sehingga, metode pengobatan masih bisa mencegah penyebaran PMK di tubuh sapi.
Petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Sentolo telah melakukan tindakan penanganan. Berupa penyuntikan antibiotik, vitamin, dan terapi suportif untuk mempercepat penyembuhan. Drajat menduga, sapi terjangkit telah menerima vaksin PMK. Sehingga, dampak penyakit dapat diminimalisasi."Sudah divaksin sebelumnya, jadi daya tahan tubuhnya kuat," ucapnya.
Sebelumnya kasus PMK juga ditemukan di Kalurahan Plumbon, pada awal tahun 2025. Saat itu, kasus PMK juga menjangkit tiga sapi yang dipelihara peternak setempat. Plt Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dispertapa Kulon Progo Eko Sulistyoadi membenarkan perihal kasus lanjutan di Kalurahan Demangrejo."Memang ditemukan kembali, untungnya masih ringan jadi masih belum merusak tubuh ternak," ucapnya.
Eko mengimbau, agar masyarakat khususnya peternak segera melaporkan gejala yang mirip PMK jika ditemui pada hewan ternak mereka. Tujuannya, agar hewan ternak dapat segera tertangani. Sekaligus, pihaknya segera mencegah persebaran PMK ke hewan lainnya. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo