Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kelas Disekat Gebyok, KBM di SDN Bugel Tak Kondusif

Anom Bagaskoro • Selasa, 23 April 2024 | 14:30 WIB

 

DARURAT: Siswa dua kelas berbeda di SDN Bugel sedang mengikuti kegiatan pembelajaran. Kelas mereka hanya dibatasi gebyok dari kayu.
DARURAT: Siswa dua kelas berbeda di SDN Bugel sedang mengikuti kegiatan pembelajaran. Kelas mereka hanya dibatasi gebyok dari kayu.

KULON PROGO - SDN Bugel kini resmi berpindah dari sekolah lama dan sementara dipindahkan ke rumah warga. Berpindahnya kegiatan belajar mengajar (KBM) ini, menyusul adanya surat pengosongan bangunan sekolah. Karena hanya memanfaatkan rumah warga, kegiatan KBM tidak kondusif.

Ada dua bangunan yang digunakan sebagai ruang kelas. Dedua bangunan ini berada di sisi utara sekolah lama sekitar 20 meter. Luasan setiap bangunan berkisar 6x10 meter, dengan disekat setiap ruangannya menjadi dua bagian. Kedua rumah tersebut digunakan untuk menampung 107 siswa. Melihat kondisi itu, orangtua siswa mengaku prihatin."Kurang layak. Tapi mau bagaimana lagi, daripada belajar di rumah," ucap Purwaningsih salah satu orangtua siswa, kemarin (22/4).

Purwaningsih menyoroti terkait penggunaan sekat yang dipandang tak layak digunakan untuk membagi bangunan untuk KBM. Sekat tersebut berupa gebyok yang dipasang melintang di dalam bangunan dengan ukuran 10 meter. Sekat tersebut digunakan untuk membagi dua kelas. Sehingga selama KBM suasana ruang kelas tak kondusif akibat suara bising.

Meskiputn begitu, dia tidak mempersoalkan pemindahan sekolah tersebut. Ia menganggap pemindahan sekolah merupakan hal yang wajib. Asalkan para siswa merasa senang dengan pemindahan tersebut."Ada sekolah terdekat tetapi bukan sekolah negeri, jadi tidak memungkinkan bila dipindahkan ke sana," ucap Purwaningsih.

Sebagai orangtua, dia mengaku tak merasa khawatir dengan keamanan anaknya. Ini karenaletak rumah yang digunakan untuk KBM terletak dibelakang sekolah lama. Sehingga dari segi pengawasan orangtua, tak jauh berbeda dari sebelumnya.

Ketidaknyamanan dengan KBM yang berada di rumah warga juga dirasakan Ainuha, salah satu murid Kelas 6 SDN Bugel. Menurutnya KBM tak seperti sebelumnya. Intensitas fokus murid juga terpecah karena ruangan sangat sempit dan sekat saling berdekatan."Ruangannya sempit, dan suara dari kelas lain terdengar sehingga kurang fokus," ucap Ainuha.

Ainuha merasakan pencahayaan yang kurang selama KBM. Hal ini dikarenakan hanya terdapat dua titik lampu di setiap ruangannya. Sehingga murid tidak bisa melakukan kegiatan secara normal.

Sebagai murid kelas 6, dirinya akan segera melakukan penilaian dan segera lulus. Dengan ketidaknyamanan yang ia dapat tentunya akan berpengaruh besar terhadap pembelajarannya. Ia mengaku khawatir dengan hasil dari pembelajaran yang tak kondusif."Kekhawatiran ada, tetapi masih tetap optimistis memperoleh hasil saat penilaian," ucapnya.

Kepala SDN Bugel Ngadikin menjelaskan, upaya relokasi telah diupayakan. Namun memang masih banyak perbaikan yang harus dilakukan. Ia mengaku, pemindahan ini terkesan mendadak karena muncul ketika bangunan akan diminta untuk dikosongkan.

Ngadikin tak menampik bahwa kondisi KBM tak seperti di sekolah lama. Hal ini dikarenakan beberapa ruangan sangat sempit untuk digunakan puluhan orang. Terlebih bagi kelas 6 yang harus mengikuti penilaian akhir."Kelanjutannya belum tahu, tapi kami tetap ikut mengawal," ucap Ngadikin.

Dia berharap sekolah baru dapat segera dibangun. Agar KBM bisa kembali terkondisi dengan baik. (cr7/din)

 

 

Editor : Satria Pradika
#KBM #sekolah tidak layak #kegiatan belajar mengajar #rumah warga #SDN Bugel