Kebutuhan masyarakat selalu mengalami kenaikan ketika bulan ramadhan.
Efek ini berlaku diseluruh bahan pokok yang ada. Daging ayam juga mengalami hal tersebut, bahkan minat masyarakat untuk membeli daging ayam mengalami kenaikan.
"Bulan Ramadhan minat masyarakat pasti mengalami kenaikan," ucap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kulon Progo Sudarna, saat dihubungi Radar Jogja, Senin (11/3).
Menurut Sudarna, harga daging ayam di Kulon Progo berkisar Rp 39,5 ribu. Berdasarkan data Disdagin Kulon Progo, Senin (11/3).
Harga daging ayam di Pasar Wates, Pasar Bendungan, Pasar Sentolo sejumlah Rp 40 ribu per kg.
Sedangkan di Pasar Temon Rp 38 ribu. Untuk daging ayam kampung relatif stabil di harga Rp 70 ribu.
Sudarna menjelaskan, harga daging ayam masih fluktuatif. Sebelumnya harga daging ayam melonjak drastis, dari yang sebelumnya dihargai Rp 36 ribu naik menjadi Rp 40 ribu.
Kenaikan sebenarnya sudah dirasakan sejak bulan Februari. Kenaikan daging ayam secara bertahap dari Rp 30 ribu dan naik hingga Rp 36 ribu selama bulan Februari.
"Ada beberapa faktor kenaikan, salah satunya stok ayam tidak tersedia," ucapnya.
Menurut Sudarna, di bulan Februari suplai ayam dari peternak mengalami penurunan, dan berimbas pada stok daging di pedagang.
Banyak peternak yang menghentikan peternakannya sementara waktu karena melihat kenaikan harga pakan. Sudarna menjelaskan bahwa kejadian ini merupakan efek domino.
Kendati mengalami kenaikan selama bulan Februari. Sudarna menjelaskan harga daging ayam akan stabil dan berkemungkinan turun di bulan Maret.
Menurutnya penurunan terjadi karena suplai ayam potong sudah kembali stabil, dan berkemungkinan melimpah selama Bulan Ramadhan.
Tak hanya, daging ayam yang berkemungkinan mengalami penurunan. Namun komoditas 3 jenis cabai juga mengalami penurunan.
Saat ini harga cabai sudah mengalami penurunan dan berkemungkinan akan kembali turun. Cabai keriting saat ini berada di harga Rp 61 ribu per kg, cabai rawit Rp 45 ribu, dan cabai rawit merah Rp 59 ribu.
"Kemungkinan akan kembali turun melihat suplai dari petani," ucap Sudarna.
Sementara itu, Warijo pedagang daging ayam di Pasar Teteg Kulon membenarkan pernyataan Sudarna.
Ia menjelaskan harga daging ayam sempat mengalami kenaikan di angka Rp 40 ribu.
Dan saat ini berangsur-angsur mengalami penurunan. Saat ini ia menjual daging ayam dengan harga Rp 39 ribu per kg.
"Kalau pun tetap mengalami kenaikan daging ayam akan selalu dicari, apalagi di bulan Ramadhan," ucap Warijo.
Warijo yang sudah berjualan daging ayam sejak tahun 2005, mengungkapkan fenomena permintaan daging ayam di bulan Ramadhan.
Menurutnya bulan Ramadhan komoditas ayam selalu dicari pembeli, walaupun harganya setinggi langit.
Setiap harinya Warijo mampu menjual 20 ekor ayam, dengan berat rata-rata 1 ekor ayam 2 kg.
Ia sendiri hanya berjualan selama setengah hari.
Saat bulan Ramadhan, ia selalu menambah stok daging ayam menjadi 30 ekor ayam. Hal ini, untuk mengatasi permintaan dari pembeli yang mengalami kenaikan.
Editor : Bahana.