KULON PROGO - Curah hujan yang tinggi di seputar Puncak Suroloyo Kulon Progo membuat beberapa titik mengalami longsor.
Kejadian longsor seakan menjadi hal lumrah di daerah ini. Namun, berbeda dengan kejadian longsor yang dialami 2 KK, di Padukuhan Nglambur, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh.
"Sudah 3 kali kami terdampak longsor, dan titiknya sama dengan sebelumnya," ucap Roji, salah seorang pemilik rumah yang terkena longsoran, ketika ditemui Radar Jogja saat melakukan membersihan longsoran, Rabu (31/1).
Ia mengungkapkan, selama setengah bulan tebing di samping rumahnya mengalami longsor.
Longsor diawali dengan longsoran kecil yang menutup akses jalan hingga yang terakhir merusak rumahnya.
Di samping rumah Roji, tampak tebing menjulang sekitar 40 meter. Tebing itulah yang mengalami longsor.
Insiden longsor terakhir membuat rumahnya penuh tanah, sebagian kaca pecah, hingga atap bagian depan rumahnya rusak.
Roji merinci, sudah tiga kali mengalami kejadian longsor. Pertama, Senin 22 Januari 2024 di mana kala itu longsoran hanya menutup jalan akses warga.
Longsoran dibersihkan secara gotong royong dengan melibatkan warga. Pembersihan kala itu memakan waktu 5 hari karena keterbatasan alat.
Kejadian longsor kedua terjadi Minggu 28 Januari 2024. Kala itu hujan deras, rencana warga akan melakukan pembersihan di esok harinya.
Namun, ketika warga akan membersihkan material longsor, justru kembali terjadi longsor. Lengkap tiga kali kejadian longsor.
"Longsor terakhir sempat menimbun gerobak pengangkut tanah yang dibawa warga," ucap Roji.
Roji menjelaskan, longsor terakhir sudah diprediksi oleh warga. Tanda-tanda longsoran tersebut terlihat pada tebing yang masih menonjol.
Ketika hujan terjadi, ungkapnya, tonjolan tersebut menampung banyak air sehingga longsor kembali terjadi.
"Untungnya ada tanda-tanda, kalau tidak ada tanda-tanda saya tidak tahu nasib warga yang berniat baik membantu membersihkan longsoran di rumah saya," ucap Roji.
Roji mengungkapkan, Dinas Sosial Kabupaten Kulon Progo, BPBD Kulon Progo, Polsek Samigaluh, Koramil Samigaluh, dan Baznas membantu dalam pembersihan maupun pemenuhan logistik.
"Beberapa pihak membantu kami, BPBD selain menurunkan alat berat dan dump truck, juga membantu urusan logistik selama kerja bakti," ucap Roji.
Ia berharap tebing di samping rumahnya segera ditangani.
Roji berharap agar dilakukan penanggulan atau pembuatan talud pada tebing.
Sebab, selain rumahnya, terdapat 3 rumah lain yang terancam terdampak longsor.
Dua rumah berada di atas tebing dengan jarak sekitar 1 meter dari pinggir tebing. Satu rumah lagi berada di belakang rumah Roji.
Sejalan dengan pernyataan Roji, Dukuh Nglambur Mulyanto berharap adanya bantuan pembangunan talud dari pihak terkait.
Ia mengatakan banyak terdapat titik rawan longsor di daerah Nglambur.
Warga Nglambur sebenarnya sudah sering melakukan pelatihan mitigasi bencana yang diadakan pihak terkait.
Namun, hal ini sifatnya masih terbatas pada tindakan.
"Harapannya segera dibangun talud permanen, bukan bronjong. Selerti yang sering dibangun BPBP, taludnya berbahan beton, sehingga kuat menahan tanah," ucap Mulyanto. (cr7)
Editor : Amin Surachmad