KULON PROGO - Jembatan akses menuju objek wisata Pantai Trisik patah di bagian tengah, Senin (29/1).
Jembatan yang berada di atas Sungai Gun Sheiro ini merupakan jembatan akses wisata. Letaknya ada di Padukuhan Sidorejo, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kulon Progo.
"Kejadian jembatan yang alami patahan sekitar jam 18.30 WIB," ucap Dukuh Sidorejo Jaka Samudro, ketika ditemui Radar Jogja saat melakukan pembersihan eceng gondok bersama warga di lokasi kejadian, Selasa (30/1).
Sebelum patah, Jaka sempat memberitahukan ke warganya untuk berhati-hati ketika melewati jembatan.
Namun, setelah maghrib, ia mendapat kabar bahwa jembatan mengalami patah di bagian tengah.
Dia pun menghubungi pihak terkait, Akses jalan terpaksa ditutup untuk sementara waktu.
Esok harinya, Selasa (30/1), ia mengumpulkan warga untuk membersihkan eceng gondok yang menumpuk di area jembatan.
Eceng gondok menjadi penyebab utama patahnya jembatan.
Sekitar 40 warga yang melakukan pembersihan dengan menggunakan alat seadanya seperti, bilah bambu dan tali tambang.
"Sambil menunggu pihak terkait, kami berupaya melakukan gotong royong supaya eceng gondok tidak memperparah kondisi," ucap Jaka.
Ia menambahkan, eceng gondok berkumpul di sekitar pilar. Gulma tersebut membuat aliran sungai beralih ke bagian dasar sungai sehingga pondasi pilar jembatan tergerus aliran.
Karena tergerus aliran sungai, pilar jembatan sidi barat mengalami amblas. Jembatan mengalami penurunan.
Jembatan yang sudah ada sejak 40 tahun lalu itu memiliki bentang sekitar 18 meter dengan lebar 4 meter yang memiliki 7 pilar penopang.
Pilar yang amblas berada di tengah-tengah jembatan. Ini membuat bagian jalan mengalami penurunan elevasi sebesar 50 cm.
Selain itu, bagian sambungan jembatan lainnya juga mengalami retakan akibat tertarik girder jembatan.
"Sudah selayaknya diganti, karrna termakan umur," ucap Lurah Banaran Haryanta di sela-sela pembersihan eceng gondok.
Haryanta mengungkapkan jembatan sangat dibutuhkan masyarakat. Jembatan merupakan akses warga Kalurahan Karangsewu, Imorenggo, dan sebagian warga Banaran. Warga terpaksa harus memutar sejauh 4 kilometer.
"Sebagian besar warga Trisik terisolir. Walaupun masih terdapat jalan alternatif, namun jalan tersebut rusak dan jauh," ucap Haryanta.
Haryanta menjelaskan, Jembatan Trisik merupakan akses vital warga. Tak hanya berkaitan dengan masalah pariwisata.
Namun, juga berpengaruh terhadap ekonomi, pendidikan, dan administrasi kelurahan.
Sebenarnya Pemerintah Kulurahan Banaran sudah jauh-jauh hari mengajukan permintaan tehabilitasi Jembatan Trisik. Namun, permintaan mereka tak kunjung terealisasi.
Ia berharap pihak terkait seperti Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) segera menindaklanjuti adanya kejadian ini.
Baca Juga: Prediksi Liverpool v Chelsea: Misi Pertahankan 22 Pertandingan kandang Tanpa Kekalahan The Reds
Tak hanya itu, Haryanta juga meminta adanya normalisasi sungai agar eceng gondok dan endapan lain tidak mengganggu aliran sungai.
"Untuk saat ini, atas saran dari BPBD dan Polres Kulon Progo jalan akan ditutup sementara waktu, sambil menunggu rencana jembatan darurat," ucap Haryanta. (cr7)