Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Kulon Progo Soroti Jual Beli LKS Disdikpora, Minta Usut Dugaan Maladministrasi

A
Penulis: Anom Bagaskoro❯
Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddi. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)
Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddi. (ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA)

Advertisement

 

KULON PROGO - DPRD Kulon Progo menyoroti tajam polemik penjualan buku lembar kerja siswa (LKS) dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) di lingkungan pendidikan Bumi Binangun.

Lembaga legislatif itu menilai bahwa, tindakan tersebut melampaui kewenangan, mengindikasikan maladministrasi serta berpotensi membebani finansial orang tua siswa.

Advertisement

Ketua DPRD Kulon Progo, Aris Syarifuddin, menyampaikan bahwa pihaknya sejatinya mengapresiasi penerbitan bahan ajar muatan lokal yang dapat diakses secara gratis melalui laman mediabelajarku.id.

Namun, ia menyayangkan langkah Disdikpora yang justru menerbitkan versi cetak dan memperjualbelikannya di lingkungan sekolah.

Advertisement

"Disdikpora harus melakukan evaluasi total. Jangan sampai kebijakan yang dikeluarkan justru menjadi ajang bisnis dan membebani masyarakat maupun siswa," ujar Aris, Senin (5/10/2016).

Aris menilai, penerbitan LKS cetak berbasis Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas tersebut mengindikasikan adanya maladministrasi, mulai dari kesalahan pencatutan dasar hukum hingga ketidaksesuaian kewenangan.

Dampaknya, perdagangan LKS tidak terhindarkan di sejumlah sekolah.

Atas temuan tersebut, DPRD mendesak Inspektorat Daerah (Irda) Kulon Progo untuk bergerak cepat melakukan pengusutan serta mengawal transparansi penerbitan LKS.

Apalagi, penyelenggaraan pendidikan yang layak dan terjangkau merupakan kewajiban pemerintah daerah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

LKS Gratis Disdikpora Kulon Progo Malah Dijual Rp 90 Ribu, Pemkab Desak Pencabutan SK

LKS Gratis Disdikpora Kulon Progo Malah Dijual Rp 90 Ribu, Pemkab Desak Pencabutan SK

Praktik jual beli lembar kerja siswa (LKS) terbitan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo memicu polemik. Buku LKS yang seharusnya diakses secara gratis oleh para siswa justru diperjualbelikan

Kunjungan Wisata Kulon Progo Capai 1,8 Juta Orang, Wisata Pantai dengan Kafe Viral Jadi Daya Ungkit

Kunjungan Wisata Kulon Progo Capai 1,8 Juta Orang, Wisata Pantai dengan Kafe Viral Jadi Daya Ungkit

Wisata di Kulon Progo mulai menunjukkan geliatmya. Sepanjang tahun 2026 ini terjadi lonjakan wisatawan apabila dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini dapat dilihat pada objek wisata Pantai Glagah-Congot yang kini me

Hipenari Kulon Progo Masuk Lima Besar Karang Taruna Berprestasi Nasional

Hipenari Kulon Progo Masuk Lima Besar Karang Taruna Berprestasi Nasional

Karang Taruna Hipenari, Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh, berhasil menembus lima besar Kompetisi Karang Taruna Beprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026. Capaian ini berasal dari upaya pengembangan potensi lokal  y

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer