DPRD Kulon Progo Kritik Sengkarut Desil, Minta Pemutakhiran Data Dilakukan Faktual

KULON PROGO – Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo Aris Syarifuddin, menyindir keras sengkarut penetapan desil kesejahteraan di wilayahnya.
Kritikan ini dipicu oleh temuan kasus seorang tukang becak asal Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah, yang terdaftar masuk dalam desil sembilan atau kategori masyarakat dengan tingkat kesejahteraan di atas rata-rata.
Aris menegaskan bahwa data desil merupakan instrumen penting pemerintah untuk menyusun skala kesejahteraan sekaligus menentukan sasaran penerima bantuan sosial (bansos), baik dari APBD maupun APBN.
Oleh sebab itu, penetapan angka desil seharusnya akurat dan mencerminkan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang sebenarnya di lapangan.
Baca Juga: Les Filles de la Mer di ARTJOG 2026: Kisah Perempuan, Migrasi, dan Laut yang Menyatukan
"Jangan samakan tukang becak dengan pengusaha. Warga di Ngentakrejo ini tukang becak, bukan pengusaha konglomerat yang punya beragam aset seperti sembilan naga," sindir Aris pada Senin (24/8/2026).
Aris menjelaskan, pihaknya telah menelusuri sosok warga bernama Timbul tersebut.
Dalam kesehariannya, Timbul hidup bersama kedua anaknya dan rutin mangkal di kawasan Malioboro, Yogyakarta, pada malam hari. Penghasilannya rata-rata tidak lebih dari Rp30 ribu per hari.
Menurut Aris, ketidaksesuaian data tersebut bukan kasus tunggal.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




