Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada PMK pada Ternak: 39 Ekor Sapi di Kulon Progp Terjangkit PMK, Kapanewon Wates Paling Banyak

A
Penulis: Anom Bagaskoro❯
SAMPEL: Petugas mengambil air liur dan darah dari sapi yang terjangkit PMK. 
SAMPEL: Petugas mengambil air liur dan darah dari sapi yang terjangkit PMK. 

KULON PROGO - Puluhan sapi di Kulon Progo terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).


Advertisement

Pada awal tahun 2026 ini sudah ditemukan 39 kasus aktif sapi terjangkit PMK.

Lonjakan mulai tampak di tiga kapanewon.

Yakni, Kapanewon Wates, Lendah, dan Temon.

Advertisement

"Per 14 Januari ini, terdapat kasus aktif 39 ekor sapi terjangkit PMK," ungkap Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulon Progo Yuriati saat ditemui Radar Jogja usai pemantauan PMK di Kalurahan Bendungan, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, persebaran PMK awal tahun menjadi catatan serius.

Sebab, pada bulan sebulumnya (akhir tahun 2025) kasus PMK cenderung landai.

Advertisement

Adapun temuan kasus PMK terbanyak pada Januari 2026 ini di Kapanewon Wates, dengan total temuan 16 ekor sapi.

Selanjutnya, Kapanewon Lendah 13 ekor, dan Kapanewon Temon 10 ekor.

Salah satu temuan kasus di Kelompok Ternak Ngudi Makmur Bendungan.

Terdapat enam ekor sapi terjangkit PMK dalam kandang kelompok.

Sapi terjangkit PMK diduga karena pola persebaran, yakni melalui lalu lintas hewan ternak di dalam sebuah kandang ternak.

Dari analisis kasus di Kapanewon Wates, diketahui peternak sempat membawa sapi dari luar daerah.

Meski sapi terlihat sehat, namun berpotensi menyebarkan virus PMK.

Kendati begitu, beber Yuriati, belum ada temuan hewan mati karena PMK.

"Temuannya masih nol kasus kematian, kalau melihat situasi ini tak sama dengan tahun 2022," ungkapnya.

Saat itu kasus cenderung tinggi. Lalu di tahun yang sama, digencarkan vaksin PMK di kalangan peternak Kulon Progo.

Sehingga kasuistik saat ini, gejala PMK lebih ringan dan hewan ternak mudah pulih.

Adanya temuan kasus ini, Dispertapa Kulon Progo mengimbau agar masyarakat khususnya peternak terus meningkatkan kewaspadaan.

Paling utama menghindari arus hewan ternak dari luar masuk ke kandang.

"Kemudian sanitasi kandang juga diperhatikan, alas kandang selalu dibersihkan dari kotoran," imbaunya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Ternak Ngudi Makmur Bendungan Subarman menjelaskan, temuan PMK terjadi akhir tahun 2025.

Saat itu terdapat sapi dari luar didatangkan penjual.

Sapi itu, dirasa sehat. Namun, hanya selisih beberapa hari mulai menunjukkan gejala PMK.

"Awalnya hanya dua sapi yang kelihatan kena PMK," ujarnya.

Gejala PMK seperti; keluarnya lendir dari mulut, sariawan di mulut, munculnya lepuhan pada bagian kaki, tumit atau didekat kuku.

Sedangkan penyebaran PMK dapat melalui kontak langsung dan tidak langsung.

Melalui kontak langsung, dapat melalui hewan ke hewan, dan droplet air liur.

Penyebaran PMK kontak tidak langsung, melalui peternak yang terkontaminasi PMK, melalui pakaian atau kendaraan, udara atau angin.

Ternak yang terjangkit PMK dapat memperngaruhi nafsu makan ternak yang terus menurun.

Dari situlah peternak mulai menduga sapi terjangkit PMK.

Pihaknya lantas menghubungi puskeswan untuk pengobatan.

"Namun, tak selang lama muncul sapi lain yang terjangkit," imbuhnya. (gas)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dalam Sehari, Damkarmat Kulon Progo Tangani Tiga Kebakaran Lahan Seluas Satu Hektare

Dalam Sehari, Damkarmat Kulon Progo Tangani Tiga Kebakaran Lahan Seluas Satu Hektare

Maraknya pembakaran sampah secara sembarangan selama musim kemarau memicu rentetan kebakaran lahan di Kabupaten Kulon Progo. Dalam kurun waktu satu hari, personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD..

Pangkas Waktu Hingga Setengah Jam, Jembatan Sesek Temben Hadir Kembali Dengan Panjang 160 Meter

Pangkas Waktu Hingga Setengah Jam, Jembatan Sesek Temben Hadir Kembali Dengan Panjang 160 Meter

Baca Juga: Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Bersama Persib, Bidik Trofi Piala Presiden 2026

Pangkas Waktu hingga Setengah Jam, Jembatan Sesek Temben Hadir Kembali Sepanjang 160 Meter

Pangkas Waktu hingga Setengah Jam, Jembatan Sesek Temben Hadir Kembali Sepanjang 160 Meter

Jembatan Sesek di Padukuhan Temben, Kalurahan Ngentakrejo, Kapanewon Lendah kembali hadir. Jembatan dengan panjang ratusan meter ini, menjadi sendi aktivitas masyarakat. Ini karena mampu memangkas waktu dan jarak tempuh.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer