Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rumah Warga Hargowilis Dihantam Longsor Tebing Setinggi 20 Meter

A
Penulis: Anom Bagaskoro❯

 


Advertisement

JEBOL: Material longsor menghantam rumah milik Reman, di Padukuhan Sidowayah, Kalurahan Hargowilis.
JEBOL: Material longsor menghantam rumah milik Reman, di Padukuhan Sidowayah, Kalurahan Hargowilis.
KULON PROGO - Longsor akibat hujan berkepanjangan menimpa rumah milik keluarga Reman,54, di Padukuhan Sidowayah, Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Sabtu (27/12). Tebing setinggi puluhan meter menerjang rumah berdinding gebyok hingga jebol.

Pemilik rumah Reman mengaku, kejadian longsor terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, Jumat (26/12). Longsor besar kemudian berlanjut pada Sabtu (27/12) dini hari.

"Dari sore sudah hujan lebat dan mati listrik, jadi ditinggal tidur," ucap Reman, saat ditemui Radar Jogja di kediamannya, Minggu (28/12).

Advertisement

Hujan dan listrik padam membuat keluarganya menetap di dalam rumah. Reman sempat terbangun sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu, terdapat bunyi pohon tumbang cukup keras di sisi samping rumahnya yang berbatasan dengan dinding.

Tak berselang lama, suara gemuruh tanah terdengar dari arah tebing. Kondisi itu, terus berlanjut hingga dinding rumahnya yang terbuat dari gebyok dihantam cukup keras oleh material longsor.

Advertisement

"Yang pertama ada bunyi keras bambu roboh dan dilanjut dengan gebyok jebol," ungkapnya.

Mendengar suara keras itu, keluarganya langsung memeriksa sumber suara. Ditemukan, dinding gebyok di ruang tamu telah dijebol material longsor.

Material yang berasal dari tebing setinggi 20 meter dan lebar sepanjang 15 meter, tak hanya menjebol dinding. Melainkan material menutup jalan lingkungan yang bersebelahan dengan tebing.

Keluarganya khawatir dengan longsor, karena terdapat material susulan dari tebing. Alhasil, keluarganya memilih tetap tinggal di dalam rumah, namun jauh dari tebing.

"Sudah ada kerja bakti dari warga, untungnya nggak terlalu parah karena sempat ditebangi sebelumnya," ungkapnya.

Kendati rumahnya rusak, Reman masih bisa bersyukur. Lantaran, upaya mitigasi bencana telah dilakukan sejak sebulan lalu. November lalu, keluarganya melihat retakan tanah di tebing. Potensi longsor terlihat, keluarganya lantas menebang pohon bambu yang berpotensi merusak rumah lebih luas. (gas)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Permudah Investasi, Pemkab Kulon Progo Targetkan Angka Pengangguran 2,12 Persen

Permudah Investasi, Pemkab Kulon Progo Targetkan Angka Pengangguran 2,12 Persen

Pemkab Kulon Progo berupaya menurunkan angka pengangguran. Salah satu caranya dengan mempermudah akses investasi yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

Warga Garongan Datangi Kejari Kulon Progo, Kawal Ketat Kasus Pungli Lurah Nonaktif

Warga Garongan Datangi Kejari Kulon Progo, Kawal Ketat Kasus Pungli Lurah Nonaktif

Kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang melibatkan Lurah Garongan Nonaktif Ngadiman mencapai babak baru di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulon Progo. Warga Garongan, Kapanewon Panjatan yang telah geram dengan praktik...

20 Ribu KK di Kulon Progo Sudah Terdaftar Perlinsos, Dinsos PPPA Genjot Peran Agen Lewat Jemput Bola

20 Ribu KK di Kulon Progo Sudah Terdaftar Perlinsos, Dinsos PPPA Genjot Peran Agen Lewat Jemput Bola

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Kulon Progo terus menggenjot pendaftaran data masyarakat ke dalam aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos). Langkah ini krusial....

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer