Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inspektorat Daerah Kulon Progo Menggelar Fun Game Pendidikan Antikorupsi

A
Penulis: Anom Bagaskoro❯
BERMAIN: Siswa SMP mengikuti fun game rangkai kata antikorupsi. 
BERMAIN: Siswa SMP mengikuti fun game rangkai kata antikorupsi. 

KULON PROGO - Inspektorat Daerah (Irda) Kulon Progo memiliki cara menarik dalam mengenalkan pendidikan antikorupsi.


Advertisement

Caranya dengan mengajak puluhan siswa sekolah menengah pertama (SMP) mengikuti fun game, di Aula Adikarta, Kompleks Pemkab Kulon Progo Rabu (17/11/2025).

Inspektur Irda Kulon Progo Arif Prastowo menyampaikan, fun game sengaja digelar sebagai sarana sosialisasi pendidikan antikorupsi.

"Kami sengaja mengajak siswa SMP, karena mereka ini dalam masa mencari jati diri," ucap Arif, saat ditemui Radar Jogja, usai kegiatan fun game, Rabu (17/11/2025).

Advertisement

Arif mengungkapkan, fun game berfungsi menanamkan budaya antikorupsi sejak dini.

Pilihan umur pada siswa SMP dirasa akan efektif untuk penanaman budaya antikorupsi.

Lantaran, di masa ini remaja telah banyak memahami artikorupsi, namun kesadarannya masih perlu di bangun.

Advertisement

Dalam fun game, terdapat 50 peserta yang berasal dari lima sekolah.

Para peserta, sebagian besar dari pengurus OSIS di sekolah.

Keikutsertaan mereka, bukan hanya untuk mengikuti fun game.

Usai acara, mereka diminta agar mempraktekkannya kepada siswa-siswi lain.

Atau bisa juga menyelenggarakan acara serupa.

"Ada beberapa game yang disiapkan, contohnya rangkai kata," ungkapnya.

Beberapa game disiapkan untuk dijalankan oelh siswa-siswi.

Salah satu yang menarik, permainan rangkai kata Antikorupsi.

Peserta terlebih dahulu membentuk tim secara acak.

Setiap tim berisi 10 orang akan diajak merangkai kata dari huruf alfabet pembentu kata Antikorupsi.

Permainan ini, mengarahkan siswa untuk menyadari cara mencegah korupsi.

Beberapa rangkaian kalimat terbentuk, seperti Pejabat Dilarang Korupsi.

Menurut Arif, kalimat ini nantinya akan tertanam di diri anak yang menulisnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko mengapresiasi langkah Irda menggelar fun game.

Menurutnya, kegiatan positif berupa game memberikan dampak ke kesadaran antikorupsi.

Pemahaman tersebut akan tertanam di alam bawah sadar, karena ditanamkan sejak dini.

"Pendidikan antikorupsi sejak dini penting, sehingga acara serupa pelru didukung," ungkapnya. (gas)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemkab Magelang Anggarkan Miliaran demi Seragam Gratis, Bupati Grengsen Ingatkan Sekolah Stop Praktik Jual Beli

Pemkab Magelang Anggarkan Miliaran demi Seragam Gratis, Bupati Grengsen Ingatkan Sekolah Stop Praktik Jual Beli

Pemkab Magelang Anggarkan Miliaran demi Seragam Gratis, Bupati Grengsen Ingatkan Sekolah Stop Praktik Jual Beli

Selain Pungli, Lurah Garongan Kulon Progo Diduga Menggelapkan Aset Desa, Pohon Jati Hingga Laptop Jadi Sasaran

Selain Pungli, Lurah Garongan Kulon Progo Diduga Menggelapkan Aset Desa, Pohon Jati Hingga Laptop Jadi Sasaran

Kasus pungutan liar (pungli) Lurah Garongan Ngadiman mulai membuka tabir lain. Pasalnya, mencuat dugaan penggelapan aset kepemilikan kalurahan. Di antaranya, penggelapan pohon jati di tanah kas desa hingga laptop...

Kalau Masyarakat Masih Kesulitan, Kita Belum Berhasil! Wali Kota Magelang Lantik Pejabat Manajerial dan Fungsional

Kalau Masyarakat Masih Kesulitan, Kita Belum Berhasil! Wali Kota Magelang Lantik Pejabat Manajerial dan Fungsional

Wali Kota Magelang saat melantik dan mengambil sumpah jabatan sejumlah pejabat manajerial dan fungsional di Pendopo Pengabdian, Jumat (8/5).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer