Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Profesi Unik, Sutarmidi Warga Kulon Progo Menekuni Profesi Tukang Terapi Sapi Selama 26 Tahun

A
Penulis: Anom Bagaskoro❯
KETEKUNAN: Sapi milik warga di terapi agar dapat sehat dan berdiri kembali. 
KETEKUNAN: Sapi milik warga di terapi agar dapat sehat dan berdiri kembali. 

KULON PROGO - Tukang terapi hewan ternak dengan cara tradisional masih kerap dijumpai di Kulon Progo.


Advertisement

Salah satunya, Sutarmidi, 63, asal Kalurahan Tawangsari, Kapanewon Pengasih yang yelah menekuni profesi tukang terapi sapi sejak tahun 2009.

Tukang Terapi Sapi Sutarmidi menjelaskan, awal menekuni profesi unik itu.

Awalnya, terapi sapi dilakukan ke ternak kepemilikan sendiri.

Advertisement

Beberapa kali ternak milik keluarganya, mengalami sakit dirawat dengan secara pribadi tanpa memanggil dokter hewan.

Berkat perawatan yang terus berulang sapi miliknya berhasil sembuh.

Dari situlah, awal mula profesi terapi sapi digeluti.

Advertisement

"Awalnya sapi milik keluarga, terus dulu sempat belajar penanganan sapi sakit dari orangtua," ucap Sutarmidi, Rabu (19/11/2025).

Dengan bekal praktek dan pengetahuan dari orangtua, Sutarmidi mampu melakoni profesi tukang terapi sapi hingga sekarang.

Bahkan namanya, bukan hanya dikenal di kalangan peternak Kulon Progo.

Namun, peternak di wilayah Bantul dan Purworejo sempat mencicipi jasanya.

Kebanyakan sapi yang ditangani olehnya, mengalami sakit.

Mulai dari kesulitan berdiri, susah makan, hingga terserang penyakit kerap ditemui. Tentu, setiap keluhan memiliki treatment tersendiri.

"Contohnya sapi kesulitan berdiri pasca lahiran, pasti ada pengobatan," ungkapnya.

Sutarmidi mencontohkan, penanganan sapi tak kuat berdiri biasanya dilakukan dengan alat bantu.

Menggunakan katrol dan tiang buatannya sendiri, Sutarmidi biasanya memancing sapi untuk berdiri secara paksa.

Dengan mengangkat badan sapi menggunakan katrol, hewan memah biak itu biasanya akan kembali berjalan normal.

Tak hanya sekedar mendirikan sapi dengan katrol, terdapat teknik pemijatan khusus bagi hewan.

Sutarmidi bisanya mengurut area otot hewan yang berfungsi menopang tubuh.

Di samping itu, obat suplemen dan jamu kerap diminumkan.

Tujuannya, agar pemulihan dapat berjalan cepat.

"Alhamdulilah banyak yang sembuh, yang mati ada karena terlambat penanganan," ungkapnya.

Selama 26 tahun menekuni profesi itu, sosok pria ini memiliki beragam kisah saat sapi pealnggannya meninggal.

Tak jarang, karena hendak memberikan pelayanan baik pelanggan, Sutarmidu rela merogoh kocek pribadi.

Tujuannya, untuk membeli sapi yang tak bisa diselamatkannya.

Kendati menemukan sejumlah tantangan, Sutarmidi tetap menekuni profesi itu.

Pasalnya, ketika melihat hewan ternak kembali pulih merupakan kesenangan pribadi.

Di samping itu, profesi tukang terapi sapi telah mencukupi kebutuhan keluarga.

Dalam terapi sapi, pihaknya membanderol harga Rp 400 ribu, dan setiap bulannya rata-rata terdapat 2-3 pelanggan.

Sementara itu, salah satu pelanggannya Supriyanto mengaku sengaja menyewa jasa terapu sapi.

Lantaran, telah melakukan pengobatan ke dokter hewan.

Namun tak kunjung sembuh. Justru perlakuan terapi sapi, dinilai berdampak baik pada kesembuhan hewan ternak.

"Kemarin habis melahirkan, tiba-tiba tidak bisa berdiri," ungkapnya. (gas)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dilanda Kekeringan, Warga Kulon Progo Menggelar Salat Istisqa Meminta Hujan

Dilanda Kekeringan, Warga Kulon Progo Menggelar Salat Istisqa Meminta Hujan

Kemarau panjang melanda Bumi Binangun, berdampak pada krisis air bersih dan ancaman kebakaran lahan hutan (karhutla). Menanggapi kondisi itu, Takmir Masjid Agung Pengasih menggelar Salat Istisqa meminta turunnya hujan.

Warga Kulon Progo Berburu SPBU Minim Antrean Demi Dapatkan Pertalite

Warga Kulon Progo Berburu SPBU Minim Antrean Demi Dapatkan Pertalite

Lonjakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Kulon Progo. Kondisi ini mendorong pengendara untuk mencari...

Perluasan Tambang Ancam 16 Kalurahan di Kulon Progo, Walhi Desak Gubernur DIY Bertanggung Jawab

Perluasan Tambang Ancam 16 Kalurahan di Kulon Progo, Walhi Desak Gubernur DIY Bertanggung Jawab

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendesak Gubernur DIY untuk bertanggung jawab atas ancaman kerusakan lingkungan akibat perluasan wilayah pertambangan (WP) di Bumi Binangun..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer