RADAR JOGJA – Dihapusnya hasil tes antigen dan swab PCR sebagai syarat perjalanan pengguna jasa bandara ternyata belum berdampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan di Kulonprogo. Pengelola wisata dan instansi pemerintahan di wilayah itu menyebut sampai saat ini kunjungan ke destinasi masih didominasi oleh wisatawan lokal.

Ketua Pengelola Ekowisata Sungai Mudal Mudi Heriyanto mengatakan, kunjungan wisatawan luar daerah memang masih belum maksimal semenjak hasil tes antigen maupun swab PCR sudah tidak lagi wajib menjadi syarat perjalanan. Sampai saat ini, kunjungan wisatawan di salah satu destinasi wisata alam yang berada di kapanewon Girimulyo itu masih didominasi oleh wisatawan lokal. “Rerata masih dari DIJ dan sekitarnya saja,” katanya dihubungi, kemarin (18/3)

Mudi menyebut, belum maksimalnya kunjungan luar daerah di destinasi wisata yang ia kelola lantaran kebijakan tersebut masih berlaku belum lama. Sebagaimana diketahui, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan baru memberlakukan kebijakan yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 21 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi COVID-19 pada Selasa (8/3) lalu.

Dalam aturan baru itu, pelaku perjalanan domestik dengan transportasi udara yang telah mendapat vaksin Covid-19 hingga dosis kedua atau ketiga tidak lagi diwajibkan menunjukan hasil negatif tes antigen maupun PCR. Namun demikian para pelaku perjalan tetap wajib menerapkan protokol kesehatan ketat sebagai upaya mencegah penularan virus.

Senada dengan pengelola wisata, Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Joko Mursito menyatakan bahwa hingga sekarang kunjungan wisatawan luar daerah memang masih belum optimal meskipun syarat perjalanan sudah melonggar. Sampai saat ini kunjungan wisata di hampir semua destinasi di Kulonprogo masih didominasi oleh pelancong dalam daerah.“Ada kenaikan namun belum signifikan, karena usia kebijakannya juga belum lama,” beber Joko.

Di sisi lain, berlakunya kebijakan itu justru berdampak pada peningkatan jumlah pengguna jasa penerbangan di Yogyakarta International Airport (YIA). General Manager Angkasa Pura I YIA mengatakan, ada peningkatan sebesar 20 persen setelah hasil tes antigen dan PCR resmi dihapus sebagai syarat perjalanan domestik.

Ia menuturkan, dalam kurun waktu 8-14 Maret 2022 rata-rata penumpang di YIA tercatat ada 761.234 penumpang. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding pekan sebelumnya yang tercatat hanya ada 631.271 penumpang. “Pekan lalu swab maupun PCR masih menjadi syarat tes covid-19 bagi pelaku perjalanan domestik. Sementara pekan ini sudah ada peningkatan sebesar dua puluh persen,” katanya. (inu/pra)

Kulonprogo