RADAR JOGJA – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo mengkaji penutupan Alun-alun Wates (Alwa) saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Itu dilakukan sebagai antisipasi terjadinya kerumunan. Bila diterapkan, penutupan bisa berlangsung hingga seminggu.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan, rencana penutupan Alwa saat libur Nataru sejatinya merupakan instruksi dari pemerintah pusat. Adapun tujuannya, sebagai upaya mengantisipasi terjadinya kerumunan saat musim libur mendatang.

Dikatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan paguyuban pedagang maupun instansi terkait dalam upaya penutupan Alwa. Rencananya penutupan berlangsung selama lima sampai tujuh hari.

Meski ditutup, ia memastikan para pedagang tetap bisa berjualan. ”Hanya saja tidak di kawasan alun-alun,” ujar Fajar kemarin (28/11).

Wakil Bupati Kulonprogo itu menyatakan, objek wisata di Kulonprogo tetap diizinkan buka dan beroperasi selama libur Nataru. Namun dalam pelaksanaannya harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat bagi pengunjung maupun pengelola wisata.

Fajar mengatakan, dalam penerapannya nanti untuk sektor pariwisata akan disesuaikan dengan level PPKM di tiap daerah. Di Kulonprogo sendiri saat ini telah masuk level 2, namun secara provinsi DIJ masuk level 3.

Saat ini, pihaknya masih menunggu regulasi dari Pemprov DIJ terkait dengan pengetatan prokes selama Nataru. ”Meski sudah ada Imendagri nomor 62, kami masih menunggu regulasi dari provinsi sebagai pedoman teknis,” tuturnya.

Di sisi lain, terkait dengan pengamanan selama nataru, Polres Kulonprogo kini juga sudah mulai melakukan skema pengamanan untuk menyambut agenda libur natal dan tahun baru (nataru). Jajaran kepolisian di wilayah Bumi Menoreh itu akan fokus terhadap pengamanan objek wisata dan penerapan prokes bagi masyarakat.

Kapolres Kulonprogo AKBP Muharomah Fajarini mengatakan, saat ini pihaknya telah memetakan beberapa potensi kerawanan yang kemungkinan terjadi pada libur Nataru mendatang. Diantaranya, terhadap kemungkinan peningkatan kasus Covid-19 dan potensi bahaya di kawasan destinasi wisata di Kulonprogo.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya kini sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan skema pengamanan. “Kami telah berkoordinasi dengan dinas pariwisata dan pengelola supaya berhati-hati agar tidak terjadi peningkatan kasus Covid-19 saat liburan nanti,” ujar Fajarini. (inu/bah)

Kulonprogo